UJI KIR KENDARAAN DI DISHUB SARAT KKN

TVPOLRINews.com | LABUHAN BATU – Saat ini Uji KIR (Masa Berlaku Uji Berkala) kenderaan Roda Empat dan seterusnya menjadi polemik di kalangan pemilik kendaraan bermotor.

Pasalnya, di duga kepala Uji Kir tebang pilih di dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengemban tugas dan amanah untuk dapat melaksanakan tugas sebagai penguji kelayakan kendaraan bermotor.

Hosting Unlimited Indonesia

Semestinya setiap perpanjangan speksi/buku kir kendaraan yang hendak diperpanjang atau ganti buku, kendaraannya wajib dibawa ke Gedung Uji Berkala di Dinas Perhubungan, Kabupaten Labuhan Batu, saat ini masyarakat menuding Uji Kir Kenderaan di Dishub Sarat KKN.

Menurut keterangan narasumber yang layak dipercaya kepada Wartawan Rabu (12/09/18) mengatakan, saya sangat menyesalkan atas kinerja atau sifat Kepala Uji Kir berinisial AHMAD YANI, ucapnya.

Semestinya kalau hendak melaksanakan tugas dengan baik haruslah bersifat adil kepada kami para pemilik kendaraan yang hendak mengurus perpanjangan atau ganti buku di Dinas Perhunungan Labuhan batu, hendaknya janganlah tebang pilih, ungkapnya.

Banyak kendaraan tanpa di hadirkan atau di bawa ke Gedung Uji Berkala, ironisnya kami di haruskan untuk membawa kendaraan, baru bisa di perpanjang atau ganti Buku.

Kalau milik perusahaan yang mempunyai kocek banyak tidakpun di hadirkan Unitnya namun tetap di keluarkan perpanjangan atau ganti buku, tegasnya.!

Menurutnya satu Unit Kendaraan di kenakan sebesar 150.000, jikala milik masyarakat, Lain halnya kalau milik perusahaan atau PT, itu di kenakan sebesar 20.000 per Buku. Lebih besar lagi bayarannya jikalau Mobar (Mobil Barang)/ truk tronton di kenakan sebesar 250.000 per Unit.

Ditambahkannya, menurut pantauan saya di dalam satu hari, kendraan yang datang mengurus ke Perhunungan sebanyak 80 sampaj 100 buku.

Namun yang membawa kendraan disaat uji kir sekitar 40 Unit, selebihnya di duga hanya bukunya saja, namun tetap di perpanjang dan atau ganti buku.

Salah satu contoh perusahaan atau PT yang tidak mendatangkan kendaraan adalah, “PT *** BK 8461 YF”, Desa Sai Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Labuhan Batù, bebernya.

Sekali masuk bukunya saja dari, “PT ***” mencapai 10 Unit ke Perhubungan Labuhan Batu, untuk perpanjangan buku speksi.

Biasa yang menangani yang tanpa datang kendaraannya di duga berinisial SPN, I, dan Kepala Seksi (KASI) Penguji PRI, itu lah sebagai anak main oleh Kepala Kir Ahmad Yani, pungkasnya mengakhiri.

Ketika Ahmad Yani dikonfirmasi Wartawan Rabu (12/09/18) di kantornya sekira Pukul 14.30 wib, tentang perpanjangan dan mengganti BUKU SPEKSI uji berkala mengatakan, saat ini tidak bisa lagi diperpanjang buku speksi tanpa di hadirkan kendaraannya, kilahnya.

Ditanyak soal berapa Unit satu hari masyarakat yang mengurus perpankangan atau ganti buku speksi, Ahmad yani menjawab sepuluh, dua belas, dan paling banyak 20 kendaraan perharinya.

Ahmad yani menambahkan, kalau harga atau perstruknya cuman 50.000 per kendaraan baik roda 6 dan seterusnya, ucapnya.

Masalah cara pembayarannya semestinya harus ke Bank Sumut, tapi karena Bank Sumut masih belum bisa menampung secara pembayarannya retribusi jalan Tol maka di bayar disini aja, sebutnya.

Ahmad Yani, jika ada anggota saya mengeluarkan perpanjangan Buku speksi/buku kir, akan saya keluarkan, imbuhnya.

Sungguh sadis cara seseorang untuk menutupi boroknya, tanpa disadarinya terkadang pembohongannya dapat berakibat kepada dirinya sendiri, bahwa apa yang sebenarnya akan terungkap, meskipun berupaya menutupi kejahatan melawan hukum itu.(P.S).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *