SPBU APMS 16.222.207 SUKARAME, UTAMAKAN JERIGEN DARI PADA PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR

TVPOLRINews.com | Pakpak Bharat_Pertamina Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabuapetan Pakpak Bharat Sumut melakukan pembohongan informasi kepada  konsumen sehingga tidak ayal puluhan para pengemudi dari luar Daerah juga masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat terbohongi  dan kecewa akibat tidak bisa mengisi BBM.

 Terkuatnya pembohongan yang dilakukan oleh pihak petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Agen Premium dan Minyak Solar (APMS)  nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabuapetan Pakpak Bharat  Sumut, semula pada hari sabtu  (04/11/2017)  sekitar pukul 20:33wib, media ini mendapat informasi bahwa SPBU APMS nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabupetan Pakpak Bharat  Sumut, sekitar pukul, 11:00wib menjelang  siang hari sabtu (04/11/2017) mobil pertamina baru memasukan minyak ke APMS    nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabuapetan Pakpak Bharat tersebut, mengingat APMS tersebut sudah beberapa hari stok minyak habis. Namun menjadi pertanyaan, pada hari sabtu  (04/11/2017)  sekitar pukul 20:33wib pihak  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) sudah memasang plang informasi yang bertulisan PREMIUM HABIS-SOLAR HABIS, sehingga membuat puluhan pengendara mulai dari roda empat dan roda dua baik dari luar daerah juga masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat itu sendiri niatnya mengisi BBM di APMS tersebut. Begitu melihat papan informasi APMS tersebut sudah di pajangkan menyatakan BBM telah habis, membuat puluhan pengendara tersebut kesal.

Hosting Unlimited Indonesia

Kecewanya konsumen atau masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat prilaku pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, Agen Premium dan Minyak Solar yang satu – satunya SPBU di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Sumut ini, dimana di informasikan melalui papan informasi BBM sudah habis, namun Puluhan Jerigen tanpa tuan yang sudah terisi Bahan Bakar Minyak (BBM) terlihat berbaris-baris di dekat kantor APMS itu sendiri. Bukan itu saja bahwa ada satu mobil merek mitsubisi L300 Pickup membawa puluhan jerigen isi 35 liter kosong terlihat antri di lokasi  APMS tersebut.

Wartawan media ini, mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak APMS namun ternyata setelah kita lihat di kantor AMPS tersebut sama sekali tidak ada lagi pegawai terlihat di kantor tersebut bahkan lampu di dalam kantor tersebut sudah padam sama dengan mesin pompa BBM  tersebut sudah padam.

 Melihat puluhan jerigen yang terisi BBM tanpa tuan (tidak diketahui siapa pemiliknya) tersusun rapi di dekat tembok kantor APMS tersebut, media ini langsung menyambangi kantor Polsek Kerajaan dan menceritakan kronologis yang terjadi di APMS tersebut  kepada pihak  berwajib yang piket di Mapolsek tersebut. Diwaktu yang sama sekitar pukul,20:50 wib. Dimana yang piket pada saat itu anggota Mapolsek Kerajaan dibawah komando Polres Pakpak Bharat ada empat orang diantaranya Brigadir, Ainal Tanjung, Bram, Paris, Daus. Namun pada saat di sambangi, kantor Polsek tersebut tiga diantara anggota yang piket lagi melakukan patroli, sehingga media ini  menceritakan hal kejadian yang terjadi di APMS tersebut kepada  Brigadir, Ainal Tanjung. Mengingat media ini merasa curiga bahwa stok BBM di SPBU APMS Kerajaan tersebut  padahal pihak pertamina baru saja memasukkan minyak ke APMS tersebut sekitar pukul, 11:00wib kok bisa langsung habis ( tidak seperti biasanya).

Berselang beberapa menit setelah Brigadir Ainal Tanjung melakukan koordinasi dengan rekan piketnya yang lagi patroli, agar langsung melanjutkan  patroli ke SPBU APMS yang ada di wilayah hukum Polsek Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat demi memastikan informasi yang di sampaikan media ini. Waktu yang singkat piket patroli setiba di Polsek Kerajaan tersebut langsung melanjutkan patroli bersama sama dengan media ini langsung menuju SPBU dan tiba di SPBU APMS pukul, 21:50wib.

Pembohongan informasi  SPBU APMS nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabuapetan  Pakpak Bharat Sumut

Setibanya Unit Patroli Polsek Kerajaan dan beberapa media di lokasi SPBU APMS tersebut, ternyata pihak SPBU tersebut sudah selesai mengisi puluhan jeregen yang di mobil Merek L300 Pickup yang sudah sejak pukul, 21:33wib mengantri di SPBU tersebut dan mobil tersebut langsung bergegas meninggalkan lokasi SPBU APMS begitu melihat kedatangan mobil patroli ke lokasi SPBU APMS Kerajaan tersebut.

Saat media ini konfirmasi dengan pihak pekerja SPBU dimana bahwa pekerja di SPBU tersebut ada dua orang petugas pengisi BBM yang tidak mau menyebutkan namanya, bahwa minyak di SPBU APMS ini sesungguhnya tidak habis, namun karena mereka makan saja tadi sehingga di buat plang informasi minyak sudah habis.  “ sebenarnyanya minyak belum habis, namun karena aku makan tadi makanya saya buat plang informasi BBM sudah habis” jawabnya

Ditanya petugas pengisi BBM ada dua orang mengapa harus sekali dua-duanya istirahat,  agar terlayani konsumen sesuai izin waktu yang di miliki SPBU APMS ini, mengapa pula kalau mengisi jerigen bisa kendaraan tidak bisa , “ ya kami silap, namun seusai kami makan tadi, sebenarnya kami tidak mau melakukan pengisian BBM baik kendaraan atau konsumen lainnya, mengingat waktunya sudah habis sesuai dengan izin APMS ini. Karena tadi saja ada mobil polisi yang mau mengisi BBM, karena sudah hampir  pukul 21:30wib,  Kami tidak layani. Kalau teringat puluhan jerigen yang di bawa mobil merek mitsubihsi L300 yang baru pergi ini, itu memang baru kami isi karena dia minta tolong” jelas pegawai pengisi BBM,  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Agen Premium dan Minyak Solar (APMS)  nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabuapetan  Sumut. Sembarin pegawai menjelaskan bahwa puluhan jerigen yang sudah terisi penuh BBM tanpa tuan, bahwa itu ada yang punya mobil perengge – rengge (mobil jualan barang).

Tindakan Polsek Sukarame,

Pihak polsek Kerajaan sampai saat ini belum melakukan tindakan apapun terkait pembohongan informasi yang dilakukan pihak APMS Kerajaan tersebut. Beberapa masyarakat sangat kecewa dengan pelayanan SPBU APMS nomor 16.222.207 Kerajaan  Kabuapetan Pakpak  Sumut. Yang diduga mengesampingkan pengisian BBM kendaraan demi mencukupi pesanan pengisian jeregen karena ada tambahan “ u@n6 tiV”

Warga Kabupaten Pakpak Bharat yang sengaja tidak  mau jati dirinya di muat di media ini (08/11) minta pihak Polres Kabupaten Pakpak Bharat bertindak tegas terhadap ulah yang dilakukan APMS Kerajaan ini, dan mengungkap adanya di kesampingkan pengisian BBM kendaraan di balik pengisian jerigen tersebut, juga diharapkan  Pertamina berikan sanksi tegas kepada pengelola APMS  nomor 16.222.207 Pakpak Bharat ini agar kedepan warga pakpak Bharat dapat merasakan manfaat adanya APMS di Daerah ini dengan Benar.  “ kita mengharapkan Bapak Kapolres Kabupaten Pakpak Bharat bertindak tegas dan mengungkap ada apa dengan prioritas SPBU ini mengedepankan pengisian jerigen daripada kendaraan ?. juga pertamina semestinya segera memberikan sanksi yang  tegas kepada SPBU dan APMS yang tidak taat dengan izin yang di miliki”, tandanya. (PILDO JUNIPER SINAMO)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *