Soroti Dana BOS SDN 101816 Pancur Batu Kasek Sesumbar Akan Buat Wartawan Nangis Darah

TVPOLRINews.com | DELI SERDANG_Pemerintah berupaya keras untuk melaksanakan pembangunan diberbagai sektor terutama menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan sehingga dapat berdaya saing. Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, pemerintah pun mengucurkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Tujuan adalah agar seluruh masyarakat dapat mengecap pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan termasuk sarana dan prasarana pendidikan. Namun ketika penggunaan dana BOS disorot media massa masih pihak atau Kepala Sekolah (Kasek) yang tak terima ketika media massa mengontrolnya lewat pemberitaan.

Seperti yang terjadi di SDN 101816 Desa Tengah Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Beberapa pekan terakhir medis massa menyoroti Dana BOS pada salah satu sekolah unggulan di Kecamatan Pancur Batu. Meski setiap tahunnya dana BOS dikucurkan dengan rincian Rp 700 ribu per murid dengan jumlah murid berkisar 400 orang, tapi masih ada ruang belajar tak berjendela, atap bocor sehingga jika hujan ruangan belajar banjir. Bahkan ruangan guru pun asbesnya sudah tidak layak (berlubang). Tapi meski Kasek Helen Nainggolan SPd sudah menjabat empat tahun lebih namun kondisi tersebut seolah “dibiarkan”. Dinas Pendidikan Deli Serdang ketika dikonfirmasi berdalih jika Ka UPT merupakan perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Deli Serdang.

Hosting Unlimited Indonesia

Memang, Ka UPT Sadarta Sembiring sudah melakukan rapat dengan Kasek Helen Nainggolan SPd dan guru pada Selasa (8/5) lalu. Soal wali kelas yang pulang kampung sebelum bagi rapor, guru berjualan dalam kelas, penjual jamu berjualan saat jam belajar dengan memanggil murid untuk membeli jamu, guru (PNS) tidak masuk karena program bayi tabung, semuanya dibantah oleh Kasek Helen Nainggolan SPd. Ironisnya, usai rapat beredar kabar jika Kasek Helen Nainggolan SPd sesumbar mengeluarkan ucapan jika wartawan yang menyoroti dana BOS maupun disiplin guru akan dibuatnya nangis darah.

Kasek Helen Nainggolan SPd ketika dikonfirmasi via selularnya tak mamu menjawab meski nada panggilnya masuk. Begitu juga dengan SMS yang dikirim, meski pesan yang berisi untuk konfirmasi kebenaran ucapannya dan apa maksudnya sudah terkirim namun tak ada jawaban. Terpisah Ketua PWI Perwakilan Kabupaten Deli Serdang Folala Gea saat dikonfirmasi, Jumat (11/5) sore sangat menyesalkan ucapan seorang Kasek yang tak siap dikritik atai dikontrol terkait dana BOS. “Jika ada pemberitaan yang salah seharusnya dipergunakan hak jawab sesuai UU tentang Pers. Jika ada terjadi sesuatu yang tak diinginkan terhadap wartawan yang memberitakan dana BOS atau kedisplinan guru, patut diduga keterlibatan Kasek Helen Nainggolan,” tegasnya. (LG)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *