SN Warga Negara Inggris Laporkan NS Warga Negara Indonesia di Polres Samosir Dugaan Penipuan dan Penggelapan Rp. 1 Milyar Lebih

TVPOLRINews.com | Samosir – Berawal dari keinginan SN yang selalu rindu kampung halaman, karena sudah 20 tahun tinggal di Inggris dan menjadi warga negara Inggris, lahir di Simalungun 38 tahun yang lalu, namun tetap tidak lupa akan tanah kelahirannya yang selama masa kecil dihabiskan di kawasan Danau Toba, niat hati ingin mengobati rasa rindu SN melalui adik kandungnya HN yang tinggal di Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir ingin membeli sebidang lahan dan sudah ada bangunan (Villa), karena SN selalu mempromosikan Danau Toba di luar negeri, dan sudah sering wisatawan luar negeri berkunjung ke Danau Toba atas rekomendasi SN, sekaligus membantu perekonomian keluarga SN yang tinggal di kampung, curhat SN melalui telepon WhatsApp, (19/6/2019).

Keinginan SN berbuah hasil yang baik melalui perantara keluarga dekatnya yang di Samosir lahan yang diinginkan dapat atas nama NS, setelah ada kesepakatan harga Rp. 1.3 M, pembayaran ditransfer melalui bank Luar Negeri dan karena masih dalam ikatan keluarga SN tidak membuat akte jual beli, namun surat jual beli pemilik pertama ke NS sudah di pegang oleh SN.

Hosting Unlimited Indonesia

NS berjanji akan membuat surat tersebut dengan SN, tapi karena NS perlu dana meminta sama SN agar Villa  yang ada di sebelah lahan yang sudah di beli SN akan di sewakan, SN akhirnya menyewa dengan harga Rp. 100,000.000 selama 5 tahun, dan juga tanpa surat perjanjian, hanya melalui telepone/whatsapp dan transaksi pembayaran melalui bank Luar Negeri ke Rekening NS yang juga di Luar Negeri, ungkapnya.

SN menambahkan, NS yang sekarang tinggal di Jerman minta Villa yang tadinya di sewa SN selama 5 tahun agar dibeli SN, namun SN sempat mengiyakan, tapi SN minta agar surat jual beli yang pertama agar dibuat baru lanjut ke transaksi berikut.

Setelah sepakat dan akan bertemu di Indonesia (Samosir.red) dan SN menawarkan biaya perjalanan NS ke Indonesia ditanggung oleh SN. Setiba SN di Samosir yang ditunggu tak muncul, setelah dihubungi NS beralasan Paspornya mati, padahal SN sampai meninggalkan promosi kenaikan pangkat ditempat kerjanya, akibat rasa kecewa dan tidak ada niat baik NS yang juga masih keluarga SN, malah NS mengancam kalau Villa yang telah disewa tidak jadi dibeli maka uang yang sudah di setor ke NS hangus dan lahan yang tadinya sudah dibayar lunas batal, dengan adanya ancaman dari NS akhirnya SN buat pengaduan di Mapolres Samosir dengan Laporan Polisi Nomor : LP / B – 58 / IV /2018 / SMR / SPKT, tanggal 23 April 2018, kata SN menutup ceritanya sambil menyampaikan akan mengirimkan tulisan kronologi singkat kejadian melalui pesan WhatsApp.

Keterangan SN dari Inggris melalui pesan WhatsApp :

Dunia ini seperti nya sudah terbalik! Semuanya sepertinya sudah tuli dan buta! Inilah perasaan saya akhir-akhir ini. 

Pada tanggal 23/4/2018 saya melaporkan kasus penipuan dan pengelapan ke Polres Samosir di Pangururan. 

Kronologis sebagai berikut:

Saya Pelapor/korban SN bertempat tinggal di Inggris. 

Terlapor NS seorang WNI yang bertempat tinggal di Jerman. 

NS memiliki 2 bidang tanah di Tuktuk Siadong – Samosir, SUMUT Indonesia. 

Untuk kasus ini kita sebut saja tanah no. 1 dan tanah no. 2 dan di atas tanah tersebut ada bangunan rumah masing-masing.

Lahan yang dibeli dan yang disewa

Pada bulan January 2018 saya dan NS sepakat pulang ke Indonesia untuk melakukan jual beli Tanah no 1 dengan harga 1.3 M dan rumah yg di atas tanah no 2 saya kontrak untuk 5 tahún seharga RP 100 juta. 

Tanah no. 1 saya mau beli untuk menolong adik kandung saya. Singkat cerita Tanah no. 1 saya bayar lunas sebahagian langsung ke rekening NS dan selainnya dengan permintaan NS saya bayar hutang dia ke beberapa orang.

Banyak orang bertanya kenapa saya terlalu percaya dengan NS dengan begitu banyaknya uang? 

Alasan saya adalah, (1) NS adalah tante kandung adik ipar saya- jadi saya berpikir dia masih keluarga. (2) NS meceritakan kisah sedih/masalah dia (saya ingat betul dia dangan pintar bercakap dan merayu sampai menangis kadang). Jadi saya merasa kasihan. (3) Saya percaya sama dia karna saya berpikir kalau kita saling membantu maka Tuhan akan berkati kita. (4) Saya mau tanah ini dan rumah untuk adik saya untuk masa depan mereka. 

Bulan January 2018, perjanjian kami adalah sama-sama pulang ke Indonesia untuk melakukan Jual beli. Saya bahkan tawarkan bayar tiket pesawat dia karena dia bilang tidak ada ongkos. 

Tetapi janji ini tidak di tepati oleh NS dan dia selalu banyak alasan. Diatas banyak alasan dia juga berkali-kali minta panjar. Saya merasa uang muka 100 juta sepantasnya dan saya pun transfer ke rekening dia. Herannya, sesudah ini, NS  pun beberapa kali minta transfer uang muka lagi. Saya ingat dia bilang kalau saya tidak tranfer 100 juta maka dia tidak pulang ke Indonesia. Padahal sebelumnya uang saya sudah transfer sebagai panjar. Karena saya tidak mau lagi bayar uang muka. Maka NS meminta saya untuk menyewa Villa yg di tanah no 2. Kami sepakat 100 juta untuk 5 tahun. Kemudian, January 2018 Saya pun berangkat ke Indonesia sesuai dengan persetujuan kami. 

Singkat cerita, saya pun bayar Tanah no 1 seharga 1.3 M sesuai perjanjian. 

Setelah 1.3 M saya bayar lunas untuk tanah no. 1, NS minta tolong supaya saya juga beli tanah no 2 sebesar 1 M walaupun makam orang tua dia berada diatas tanah no. 2 dan  saya sudah kontrak villa 5 tahun.

bukti transfer sewa villa

Berkali-kali saya menolak tetapi NS memaksa saya untuk membeli tanah no 2, NS bilang bahwa hutang dia banyak sama kakak-kakaknya sendiri sehingga dia harus menujualnya. NS mengancam, jika saya tidak beli tanah no 2 maka uang sebanyak 1.3 M akan hangus. Dengan ancaman ini saya pun merasa terpaksa dan berat hati, saya terpaksa setuju membeli tanah yang ke dua. Dengan persetujuan Saya akan beli tanah jika, 1) kuburan (tugu) tidak di perlebar/perbesar dan hanya jalan setapak. 2) Kami urus sertikat tanah bersama ke BPN dan ke-3) dia akan mengatakan langsung pada itonya bahwa dia akan jual tanah no 2.

Tetapi semua persetujuan diatas tidak ditepati.

1. NS tidak pulang ke Indonesia sesuai sepakat dan dia akhirnya setuju membuat surat kuasa.

2. Tanah no. 1 sudah lunas tetapi belum juga dibuat surat jual beli. 

3. Makam (tugu) orang tuanya si NS teletak di Tanah no. 2 itu semakin diperlebar. Jadi Tak mungkin saya beli tanah dengan tugu orang lain diatas.

4. Itonya (saudara laki-laki) NS keberatan atas tanah dimana makam orang tua dia berdiri. Dan juga itonya NS juga memiliki hak bersama untuk setapak jalan access ke tanah tersebut. Jadi sewaktu BPN diturunkan untuk mengukur tanah supaya data digunakan untuk permohonan sertifikat. Anggota BPN tidak di perbolehkan ito NS

Dengan kecurigaan dan keraguan saya meminta supaya, saya atau suami saya bicara langsung sama suami NS. Ini karena kedua bidang tanah tersebut yang dimana surat asli jual beli atas nama NS dan suaminya WNA Jerman.

Saya meminta NS dan suami dia datang ke Indonesia untuk melakukan surat jual beli.Tetapi NS selalu ada alasan. NS memberikan alasan bahwa dia dan suami dia tidak boleh datang tetapi bersedia memberikan surat kuasa kepada kakak dan abang iparnya. Tetapi setelah di perhatikan ternyata di surat kuasa/tanda tangan suami dia di palsukan.

Dengan alasan-alasan diatas saya pun batalkan membeli tanah no. 2 dan menuntut supaya surat jual beli untuk tanah no. 1 saja dilaksanakan dan kontrak 5 tahun tetap di laksanakan. 

NS bukannya menuruti permintaan saya tetapi malah memfitnah dan mengacam dan sebahagian keluarga NS bahkan mengintimidasi adek saya. Mereka mengintimidasi supaya villa yang saya sudah kontrak 5 tahun di kembalikan. Mereka juga berhasil meminta Lurah TUKTUK membuat surat perintah supaya kami mengembalikan villa ke NS. Saya pun bersih total menolak semua permintaan mereka, tetapi saya bersedia mengembalikan villa apabila NS mengembalikan uang kontrak yang sudah saya bayar.

Sampai sekarang uang tidak di kembalikan jadi sampai sekarang villa masih di kelola adik saya atas persetujuan saya.

Berulang kali saya meminta NS untuk menyelesaikan masalah ini tetapi NS tidak meladeni. Merasa tertipu saya pun menghubungi pengacara. Dari tindakan ini, kita  menulis Somasi tapi tidak di ladeni. Merasa di tipu sama NS, saya pun melaporkan kejadian ini ke POLRES Samosir pada tanggal  23/4/18. Saya ingin NS bertanggungjawab atas perbuatannya melalui jalur hukum.

Saya tau kalau sudah banyak korban dari kelakuan NS. Saya berharap siapa pun korban diluar sana tolong buka hatimu. Tolong laporkan kepada yang berwajib. Saya berharap sayalah korban terakhir dari NS. “TOGETHER WE STRONGER! TIBA SAATNYA NS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PERBUATAN JAHATNYA.”

Kecurigaan membuat Saya merekam percakapan saya dengan NS. Rekaman ini terjadi January 2019. Direkaman ini NS berjanji pulang ke Indonesia untuk melaksanakan jual-beli tetapi janji tidak ditepati.

Saya menginginkan keadilan yang selama ini saya perjuangkan dan belum saya dapatkan.

Saya berharap POLRES SAMOSIR MEMPERHATIKAN KASUS INI. SAYA BERHARAP DAN PERCAYA KEPOLISIAN INDONESIA AKAN MENEGAKKAN KEADILAN. KASUS INI JUGA AKAN SAYA LAPORKAN DI KEPOLISIAN JERMAN DAN BILA PERLU DI SERIKAT EROPA (European Union Law).

Hormat saya. SN (isi pesan WhatsApp SN dan beberapa bukti rekaman dan bukti chat, transfer).

Saat media coba menelusuri ke Polres Samosir pada hari Senin, (24/6/2019) yang langsung diterima Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat S.ik, MH, mengatakan kasus tersebut masih tahap pemeriksaan, dan Kapolres menambahkan setiap laporan masyarakat yang masuk akan tetap kita tindaklanjuti, dan perkembangannya selalu kita sampaikan kepada pihak pelapor, dan untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi melalui Kasat Reskrim, ungkap Kapolres pada media.

Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Jonser Banjarnahor mengatakan, kasus ini bukan kita lambat namun karena si Pelapor dan Terlapor sekarang ini berada di luar negeri, jadi agak sulit dalam pemeriksaan, dan kita juga berharap agar si pelapor dan juga terlapor segera datang ke Indonesia (Samosir) agar kasus ini bisa cepat selesai, dan meminta kepada keluarga pelapor, agar secepat mungkin bisa menghadirkan pelapor untuk pemeriksaan lanjutan, harapnya.

Terpisah media mencoba konfirmasi kepada terlapor NS melalui pesan messenger, mengatakan silahkan konfirmasi melalui pengacara saya sembari mengirimkan nomor kontak pengacaranya.

Setelah menghubungi pengacara NS, Panal H Limbong SH., CPL, menjelaskan melalui pesan WhatsApp sebagai berikut, bahwa kliennya NS mengkuasakan penjualan villa kepada kakaknya RS biar untuk mempermudah transaksi. Tetapi SN (pelapor-red) tidak terima kalau urusan jual beli dikuasakan dan musti NS (terlapor-red) yang datang ke Indonesia karena terganjal paspor NS habis masa berlaku maka NS tidak bisa pulang ke Indonesia dan musti di urus perpanjangan Paspornya.

Setelah paspornya siap NS datang ke Indonesia langsung ke Tuk-tuk, untuk melakukan transaksi setiba di Tuk-tuk NS langsung menghubungi keluarga agar SN datang untuk bertemu melakukan transaksi ternyata SN langsung pergi meninggalkan Tuk-tuk dan transaksi gagal. Entah kenapa SN membuat pengaduan penipuan dan pengelapan ke Polres Samosir dimana dalam laporannya SN sudah di tipu oleh NS padahal objek yang diperjualbelikan sudah dikuasai oleh SN dan bahkan sudah disewakan oleh SN villa tersebut walaupun belum lunas. Dan yang paling parah lagi SN mau berdamai dengan NS kalau NS membayar kerugian SN.

Laporan SN sudah ada 1 tahun lebih dan SN masih sekali diperiksa dan penyidik masih perlu pemeriksaan keterangan dari SN, terlapor sendiri sudah diperiksa penyidik Polres Samosir Roy Aritonang bahkan saksi-saksi sudah diperiksa sampai Lurah Tuk – tuk yang pada saat itu masih aktif sekarang sudah pensiun. Pengacara NS, Panal H Limbong. SH.CPL. sekaligus Ketua DPC IKADIN (IKATAN ADVOKAT INDONESIA) Kabupaten Samosir, menambahkan NS sampai saat ini masih menunggu itikad baik dari SN untuk melunasi sisa panjar penjualan villa, bila tidak akan membuat laporan balik terhadap SN atas penipuan yang mana dia belum melunasi sisa panjar villa tersebut, dan sampai saat ini NS masih warga negara Indonesia dan sebaliknya SN sudah kewarganegaraan Inggris, tuturnya melalui pesan WhatsApp. (MR)

News Reporter

1 thought on “SN Warga Negara Inggris Laporkan NS Warga Negara Indonesia di Polres Samosir Dugaan Penipuan dan Penggelapan Rp. 1 Milyar Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *