Santunan Karyawan Meninggal Saat Bekerja Di PT PJLU Labura Sudah 3 Bulan Belum Terealisasi

Teks Photo : Parlaungan Sipahutar saat menceritakan keluhannya tersebut kepada wartawan

TVPOLRINews.cpm | LABUHAN BATU – Warga Rantauprapat mengeluhkan lambannya proses pemberian uang santunan karyawan yang meninggal saat bekerja di PT. Prima Jaya Lestari Utama (PJLU) yang berada di Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kepada ahli warisnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Pasalnya, sudah hampir tiga bulan uang santunan kematian tersebut belum terealisasi hingga kini kepada pihak ahli waris yang ditinggalkan.

“Sudah tiga bulan kurang 3 hari, sejak meninggalnya abang ipar kita itu saat bekerja sebagai karyawan di PT. PJLU yang berada di Kampung Pajak, hingga kini uang santunan kematian itu, belum di terima oleh ahli waris,” kata Parlaungan Sipahutar warga Kecamatan Rantau Utara, Rantauprapat, Rabu (5/9) saat ditemui wartawan.

Sipahutar menceritakan, almarhum abang ipar saya itu bernama Sawaluddin Siregar yang berstatus karyawan di PT. PJLU PKS Kampung Pajak sebagai pengawas limbah di perusahaan tersebut.

“Almarhum Sawaluddin, meninggal pada saat jam kerja. Tepatnya, pada hari Jum’at (8/6) sekira jam 10.00 Wib pihak perusahaan tersebut memberi kabar duka kepada pihak keluarga kami,” ujarnya.

Sebelum meninggal, lanjut dia, almarhum masuk kerja pada hari Kamis (7/6) pagi. Namun, kami mendapatkan kabar meninggalnya keesokan harinya.

“Mendapatkan kabar tersebut, pihak keluarga langsung menuju untuk melihat jenazah Sawaluddin ke lokasi wilayah kebun PT. PJLU PKS. Tepatnya, disamping pos jaga almarhum sudah tidak bernyawa dengan posisi terlungkup dan lidahnya keluar,” ungkapnya.

Kemudian, kata Sipahutar, pihak perusahaan bersama keluarga sepakat membawa jenazah almarhum pulang kerumah duka untuk dikebumikan segera.

“Keluarga hanya bisa pasrah, dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap almarhum Sawaluddin,” sebutnya.

Diungkapkannya, setelah dua bulan kematian almarhum Sawaluddin, pihak PT. PJLU PKS Kampung Pajak belum melaporkan hal tersebut kepada pihak Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu Utara.

“Hal itu terungkap, setelah saya melaporkan perihal tersebut ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu Utara, pada hari Kamis (2/8). Pada hari Selasa (7/8) setelah laporan saya itu, pihak Disnaker Labura, langsung turun ke kelokasi PT PJLU tersebut untuk mengecek dan mengkonfirmasi tentang meninggalnya salah seorang karyawan tersebut,” ungkapnya.

Sipahutar berharap, agar pihak perusahaan membantu mempercepat proses pemberian santunan kematian karyawan tersebut kepada pihak keluarga korban.

“Kami berharap pihak perusahaan membantu mempercepat proses pemberian santunan kematian kepada keluarga yang ditinggalkan. Setahu kami, tidak begitu lama waktu yang dibutuhkan, untuk proses pemberian santunan kematian terhadap karyawan,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PT. Prima Jaya Lestari Utama (PJLU) PKS Kampung Pajak, Suhardi, saat dikonfirmasi perihal lambannya uang santunan kematian terhadap karyawan tersebut mengatakan, bahwa segala laporan yang diperlukan telah kami serahkan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan Kisaran, Asahan.

“Kita sudah menyerahkan laporan yang diperlukan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan Kisaran. Kira-kira dua minggu ini terselesaikan itu,” katanya, Senin (3/9) di Rantauprapat. (P.S).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *