“RITUAL PEMBAWA MAUT” MAU ANGKAT HARTA KARUN MALAH TEWAS DITEPI KUBANGAN

TVPOLRINews.com | DELI SERDANG – Niat mau angkat harta karun malah berujung maut, Agar syarat mengangkat harta karun itu bisa terlaksana, Hendra (27) warga Bagan Siapi-api, Provinsi Riau yang bekerja di kandang ayam milik Saham Situmorang melakukan ritual di pohon sawit dan pohon Beringin yang berada dibelakang kandang. Namun usai melakukan Ritual pria yang sudah tiga bulan bekerja ini ditemukan tewas ditepi kubangan kolam di Gang Bintang Dusun Industri, Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (14/9/2018) sekira pukul 08.00 Wib

Informasi dihimpun, sebelumnya Hendra bermimpi didatangi tiga wanita cantik dan menyuruhnya untuk meletakkan ayam warna putih dan kembang tujuh rupa didekat pohon sawit dan beringin. Setelah meletakkan sesajen itu, korban agar diberi benda berupa keris dan kotak berisi uang, Percaya akan mimpi bernuansa gaib itu, korban menjumpai Mamat (36) tenaga honor bagian kebersihan Pemkab Deli Serdang yang tiap hari mengarit rumput disekitar kandang ayam tempat korban bekerja. Kepada Mamat, korban bercerita mimpinya dan meminta tolong agar dicarikan orangtua.

Hosting Unlimited Indonesia

Mendengar cerita korban itu, Mamat menjumpai Jumalik (60) ayah kandung Mamat dan menceritakan mimpi korban. Merasa tertarik akan mimpi korban tersebut, Jumalik menjumpai Koko Saputra (36) temannya agar ikut menemani korban meletakkan sesajen disekitar pohon sawit dan beringin. Sekira pukul 23.50 Wib, korban, Jumalik, Mamat dan Koko berjalan kelokasi yang disebutkan korban. Sebelum melakukan ritual, korban terlebih dulu mandi dengan kembang tujuh rupa.

Korban duduk bersila didepan, sedangkan Jumalik, Mamat dan Koko duduk dibelakang korban. Ayam putih, kembang tujuh rupa dan minyak diletakkan korban dekat pohon sawit dan beringin. Sekitar 15 menit, korban melakukan ritual, namun Jumalik, Mamat dan Koko tidak tahu apa mantera yang dibacakan korban. Disaat melakukan ritual itu, Koko, pedagang ayam potong yang mengaku memiliki indera keenam merasa bulu kuduknya berdiri (merinding) dan pelepah sawit seperti jatuh meskipun sebenarnya tidak ada yang jatuh. Merasa takut, Koko mengajak pulang dan keempat pria itupun meninggalkan lokasi ritual.

Sebelum pulang, ke empat orang itu bercerita mengenai mimpi dan ritual yang dilakukan. Koko pun mengutarakan jika menurut cerita orang untuk mengangkat benda gaib seperti  itu tidak boleh dipaksa dan jika dipaksa akan muntah darah atau mati. Sekira pukul 00.30 Wib, Jumalik, Koko dan Mamat pamitan pulang. Tapi saat berdiri, korban melihat sosok makhluk halus seorang wanita melambaikan tangan mengajak korban. Korban pun mengungkapkan kepada Koko jika wanita yang dalam mimpinya itu berdiri di tower. Saat Koko menoleh, ucapan korban ternyata benar karena Koko juga melihat seorang wanita yang dimaksud korban. Koko pun berucap agar korban istigfhar dan ketiga pria itu meninggalkan korban.

Setelah Koko, Jumalik dan Mamat beranjak pergi, korban kembali ke gubuk untuk tidur. Namun sebelum tidur, korban melakukan zikir hingga terjatuh sambil menutupkan tikar ke badannya. “Dia sempat zikir dan tiba-tiba jatuh sambil menutupi badannya dengan tikar,” sebut Putra (51) teman kerja korban. Namun saat Putra terbangun kaget melihat korban tidak ada lagi dalam gubuk. Lalu Putra keluar dan saat berjalan melihat seekor ular Cobra masuk dalam paralon yang ada dibawah gubuk. Untuk mematikannya, Putra mencari korban tapi Putra kaget karena melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa dengan kondisi telungkup. Selanjutnya Putra memberitahukan kepada warga sekitar.

Korban Sempat Kirim SMS Call Me

Ditemukannya korban yang tewas telungkup membuat warga sekitar heboh. Tanpa dikomando, warga berduyun-duyun mendatangi lokasi. Tak lama kemudian, sejumlah personil Polsek Lubuk Pakam turun kelokasi melakukan penyelidikan. Petugas pun melakukan identifikasi pada sidik jari korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Guna penyelidikan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” ujar Kanit Reskrim Iptu Herwin.

Kemudian Polsek Lubuk Pakam melakukan pemeriksaan terhadap Mamat, Jumalik dan Koko. Jumalik dan Koko pun mengaku bukan seorang paranormal. Selain itu, sekira pukul 07.00 Wib, korban sempat mengirim sms call me ke nomor Mamat tapi karena Mamat tidak memiliki pulsa, sms call me dari korban dihapus oleh Mamat. “Kata korban, kalau ritual ini berhasil dan keris serta peti berisi uang itu bisa diangkat, korban berjanji mau buka usaha dan membantu masyarakat miskin serta menganggap Jumalik sebagai ayah angkatnya,” sebut ketiganya di Polsek Lubuk Pakam.(LG)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *