POLSEK LAHEWA  MENANGGAPI SERIUS  DUGAAN PENGANIAYAAN ANGGOTA PPS DESA MARAFALA

TVPOLRINews.com | NIAS UTARA_Polsek (Polisi Sektor) Kecamatan Lahewa telah melakukan pengembangan penyelidikan atas Laporan NB, Perempuan berumur 30 Tahun asal Desa Marafala berdasarkan Surat Tanda Penerima Laporan Polisi (STPLP) No : STPLP/I/I/2018/NS.Lahewa tertanggal 30 Januari 2018, Dalam STPLP tersebut sebagai terlapor berinisial GZ.

Ketika dikonfirmasikaan kepada Kapolsek Lahewa melalui Kanit Reskrim Polsek Lahewa Bripka Benny Panjaitan membenarkan bahwa kasus tersebut sedang dalam pengembangan penyelidikan (31/03/2018).

Hosting Unlimited Indonesia

Lebih lanjut Bripka Benny mengatakan bahwa Polsek Lahewa telah menyurati NB (pelapor) tertanggal 27 Maret 2018 perihal  Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyilidikan (SP2HP).

Dalam surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyilidikan tersebut dijelaskan bahwa Polsek Lahewa telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), penyidik telah meningkatkan proses penanganan perkara dari proses penyelidikan ke tahap penyidikan, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, telah meminta hasil Visum Et Repertum dari Puskesmas Lahewa, telah mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, dan telah melakukan pemeriksan terhadap dr. Alexius Halim sebagai saksi Ahli.

Ditempat yang berbeda (31/03/2018) pihak pelapor NB mengatakan bahwa terlapor GZ telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

“Saya sudah ditinju dibagian kepala dan disepak dibagian perut Bang, sehingga sampai sekarang saya masih belum sehat atas kejadian penganiayaan itu” Ungkap NB.

Lebih lanjut NB mengharapkan agar Polsek Lahewa bisa memberikan keadilan dan menuntaskan kasus ini secepatnya.

GZ (Terlapor) ketika dihubungi TVPOLRINews.com, membantah kalau sudah melakukan penganiayaan terhadap NB.

“Saya tidak menganiayai atau memukul NB Bang. Itu tidak benar”. Ungkap GZ. (Fj).

News Reporter

3 thoughts on “POLSEK LAHEWA  MENANGGAPI SERIUS  DUGAAN PENGANIAYAAN ANGGOTA PPS DESA MARAFALA

  1. Kpd Yth: Kapolsek Lahewa
    Ada beberapa poin penting yg perlu kami pertanyakan, yaitu:
    1. Pihak Polsek Lahewa membenarkan bahwa telah menyampaikan SPDP ke Kejari Gunungsitoli, yang berarti bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan dgn Nomor laporan: STPLP/I/I/2018 adalah telah dimulai. pertanyaannya, apakah sdr terlapor berinisial GZ telah ditetapkan statusnya sebagai Tersangka?? karena sesuai KUHAP, apabila telah sampai ke tahap penyidikan, maka jelas terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yg cukup.
    2. Bahwa semestinya penanganan kasus penganiayaan semacam ini dipercepat prosesnya oleh pihak kepolisian, untuk dapat menjamin kepastian hukum bagi korban. penyidik jangan terkesan mengulur-ulur waktu demi tercapainya sistemperadilan yg Fair ( P-21)
    3. bahwa Penyidik perlu memperhatikan unsur subjektif dalam kasus ini, artinya bila perlu tersangkanya langsung ditahan.
    Terimakasih. Fiat Justitia Ruat Coelum.

    1. Status terduga sudah menjadi tersangka Pak, tapi saya heran Polsek Lahewa sudah mengadakan Penangguhan kepada GZ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *