POLDASU MEMBAWA ENAM ORANG TERKAIT OTT DISDIK LABURA

TVPOLRINews.com | LABUHAN BATU – Lanjutan kasus OTT di Kecamatan Aek Kuo yang mencoreng wajah pendidikan di Kabupaten Labuhan Batu Utara (LABURA), kini sudah mendekam di sel Tahanan Poldasu.

Agar jadi pembelajaran pahit buat pejabat yang mengemban amanah tidak menyalahgunakan jabatannya sebagai alat meraup uang dengan berbabai modus untuk meyakinkan bawahannya.

Hosting Unlimited Indonesia

Sejumlah pejabat terkait Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Polres Labuhanbatu dan Tim Krimsus Polda Sumut tadi malam sudah diboyong ke Poldasu.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jamakita Purba saat dikonfirmasi  Sabtu (8/12/2018).

“Tadi malam sudah diboyong ke polda (krimsus), untuk proses lanjut pihak Krimsus yang menangani” sebutnya melalui pesan whatsapp.

Saat ditanyai lebih lanjut, berapa orang dan identitas pelaku yang diamankan, Jamakita menjawab hanya enam orang yang dibawa ke Polda Sumut. “Sepertinya 6 orang yang dibawa ke Polda” jawabnya lagi.

Ketika disinggung kasus yang menjerat para pelaku OTT tersebut berkaitan dengan pengurusan berkas sertifikasi guru. Beliau menjawab ” Kira-kira demikian” jawabnya.

Sebelumnya, Kepala Koordinator wilayah Kecamatan Aek Kuo Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dikabarkan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Polres Labuhanbatu – Polda Sumut.

Kejadian yang mencoreng nama baik dunia Pendidikan itu dibenarkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labura, Suryaman Munthe kepada awak media.

Saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018) beliau membenarkan sejumlah anak buahnya ditangkap termasuk Kepala Koordinator wilayah Kecamatan Aek Kuo, Salam, SPd.

“Ya sudah tau saya ada yang dibawa ke Polres (Polres  Labuhanbatu) tapi belum tau kasus apa, tujuh orang termasuk kepala upt atasnama Salam” ucap Kadisdik Labura melalui ponsel.

Diketahui, Salam, SPd sebelumnya menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aek Kuo dan baru dilantik sebagai Kepala Koordinator wilayah Kecamatan Aek Kuo pada Jumat (29/11/2018) kemarin.

Informasi yang diperoleh, bahwa OTT yang terjadi berkaitan dengan Pungli Sertifikasi Guru. Para guru memberikan uang untuk pengurusan berkas sertifikasi dan mengeluarkan biaya Rp 250.000 hingga Rp 350.000 per orang guru dengan modus membeli buku.

Data yang dihimpun, selain Kepala Koordinator wilayah Kecamatan Aek Kuo, Salam SPd turut diamankan juga enam orang lainnya yakni, berinisial AS seorang ASN, J seorang Honor, L (honor), D (ASN) dan N (ASN) dan I seorang supir. (P.S).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *