Pencabulan Dibawah Umur, TRC-PA Desak Polres Nias Selatan Segera Tangkap Pelaku

Ket Foto : Sensor Kuning Sikorban, Tengah Ketua Unit TRC-PA Nisel dan Sensor Hijau ibu korban

TVPOLRINews.com | Nias Selatan – Kekerasan pada anak dibawah umur terjadi di Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumut, seperti yang dialami sebut saja “Bunga” yang telah menimpa dirinya dan terpaksa menerima kenyataan dalam hidupnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Kronologis kejadian dimana persetubuhan dan pencabulan ini berawal pada saat “Bunga” buang air besar di kamar mandi umum Desa Silimabanua kecamatan somambawa Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara, minggu (24/09) sekitar pukul 11.00 Wib. Seusai “Bunga” BAB dan mau keluar dari kamar mandi (TKP), tiba -tiba datang sipelaku yang bernisial ” S.Tel” masuk kamar mandi tempat sikorban BAB dan menahan sikorban dengan cara memegang tangan sambil mencekik leher, kemudian sikorban melawan, lalu pelaku menampar pipi bunga sambil mengancam bunga untuk dibunuh,  jelas bunga saat memaparkan kejadian kepada sejumlah wartawan, Rabu (04/10) yang didampingi ibu dan Ketua Cabang TRC-PA Kabupaten Nias Selatan Pihak Lature.

Bunga yang tak berdaya apalagi baru berumur 13 tahun akhirnya mengalah apalagi ancaman nyawa, lalu laki -laki tua yang berumur 57 tahun melampiaskan nafsunya, kemudian sipelaku kembali mengancam Sikorban dengan kata-kata ” Apabila kamu memberi tahu kejadian ini,  maka saya akan membunuhmu, mama juga orang pamanmu, saya bunuh”, sambil menambahkan ibu korban!

Setelah kejadian ini menimpa si Bunga, lalu bunga pergi kerumah dan langsung tidur dan selama 3 hari bunga tertutup dirumah, merasa sakit badannya, jelas ibu korban.

Lalu pada hari kamis (27/09), ibu sikorban menanyakan keadaan bunga yang kelihatan tertutup semenjak kejadian itu,  ibu korban yang bernisial “RT” menanyakan ” kenapa kamu, nak”, lalu bunga menjawab dengan pelan – pelan berkata ” ma, kalau saya memberitahu ini, kita akan dibunuh, termasuk orang paman yang akan dibunuh, dimana hari minggu kemaren sekitar jam 11.00 wib saya telah diperkosa oleh “S. Tel” di kamar mandi umum, lalu saya diancam untuk tidak memberitahu kejadian ini, karena saya takut, tandas ibu bunga!

Mendengar kejadian yang menimpa diri anaknya si bunga, Ibu Korban (RT)  melaporkan kejadian ini kepolres nisel dengan Nomor : STTLP : 143/IX/2018/SPK”B” SU/ Res – Nisel dan LP/170/IX/2018/SPK “B” /Res – Nisel, tanggal 27 September 2018 serta SP2HP No: B/490/IX/2018/Reskrim Rujukan LP Nomor :LP/170/IX/2018/SPK”B”/SU res-Nisel, tanggal 27 September 2018  Pelapor “RT” atas dugaan tindak pidana “Persetubuhan dan Pencabulan” sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 82 dari Undang -Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak (Kebiri).

Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini berjarak dari rumah Bunga sekitar 20 Meter, dan 40 Meter rumah sipelaku, jelas ibu korban!

Pada hari selasa, (02/10/18) pada sore harinya Ibu sikorban kembali diancam oleh sipelaku dengan membawa golok dan tombak, dan Untung ibu sikorban lari. Kejadian ini terjadi ketika Ibu Korban yang bernisial “RT” pergi keladang untuk mengambil daun ubi, jelas RT!

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua Unit Tim Reaksi Cepat-Perlindungan Anak (TRC-PA)  Kababupaten Nias Selatan, Rabu (04/10), Pihak Lature mengatakan bahwa kasus pencabulan ini pihak TRC PA Kab. Nisel siap mendampingi pihak keluarga sikorban hingga pengadilan, dan meminta kepada Polres Nias Selatan segera menangkap sipelaku, ungkap Lature.

Ibu sikorban mengharapkan agar Polres Nas Selatan segera menangkap sipelaku, karena selain anak saya trauma, kami juga keluarganya terancam sesuai ancaman sipelaku kepada “Bunga”, tandas RT!..(YD)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *