Pemkab Manggarai Barat Sambut Baik Program PEIB

TVPOLRINews.com | LABUAN BAJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut baik kehadiran Program Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan (PEIB) atau Building inclusive and sustainable economic growth di Kabupaten Manggarai Barat.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong usai meluncurkan program PEIB yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo, Selasa (28/8/2018) pagi.

Hosting Unlimited Indonesia

“Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat menyambut baik dilaksanakannya program ini dan berharap program yang akan dilaksanakan nanti  dapat memperkuat kapasitas masyarakat dan memberdayakan kelompok-kelompok  masyarakat rentan termasuk perempuan dan penyandang disabilitas yang selama ini belum terlibat aktif dalam proses pembangunan,” kata Maria Geong.

Wakil bupati perempuan inj juga menekankan, program PEIB dapat menghapuskan posisi yang tidak menguntungkan bagi kelompok rentan  dan memastikan bahwa mereka mendapatkan manfaat dari pengembangan ekonomi.

Hadir lansung dalam kegiatan ini, delegasi Uni Eropa, Nur Isravivani, Country Direktur Handicap International Federation Indonesia-Timor Leste, Swetika Eko Saptyono, Direktur CIS Timor, Haris Oematan, Pimpinan OPD Kabupaten Manggarai Barat, Tokoh Masyarakat, Tokog Agama, Pimpinan Organisasi Masyarakat Lokal, Organisasi Penyandang Disabilitas, Lembaga Keuangan Mikro, Bank, Koperasi dan penyedia lapangan kerja di Kabupaten Manggarai Barat.

Informasi yang dihimpun media ini dalam kegiagan peluncuran, program PEIB ini sebagai bentuk kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dengan Handicap International Federation yang mulai dilakukan tahun ini, dengan menggunakan brand name baru Humanity & Inclusion yang bermitra dengan CIS Timor dan mendapat  dukungan dana dari Uni Eropa.

Tujuan umum dari program ini yakni  mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif seperti pembangunan daerah yang melibatkan berbagai elemen termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas yang selama ini terabaikan.

Sementara tujuan khusus program ini, yakni pertama mendorong rencana aksi sektor tentang pengembangan ekonomi inklusif yang menyasar kelompok rentan terutama perempuan dan penyandang disabilitas diprogramkan di dinas pemerintah tingkat kabupaten dan dianggarakan melalui APBD.

Kedua, mendorong peningkatan kapasitas organisasi masyarakat local melalui training dan coaching sehingga memiliki pengetahuan terkait inklusi, advokasi dan pengembangan peluang mata pencaharian bagi masyrakat.

Ketiga, mendorong perusahaan-perusahaan yang ada di daerah menjadi lebih inklusif sehingga dapat menerima kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas sebagai karyawan dan mendukung usaha produktif masyarakat melaui mekanisme Coorporate Sosial Responsibility (CSR).

Keempat, mendukung  rencana usaha mata pencaharian yang akan dilakukan oleh masyarakat di desa-desa dampingan agar memiliki sumber penghidupan bagi keluarga. *(RL/Leader Ismail).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *