OKNUM GURU ASN SMA N 1 TIGALINGGA DIDUGA TELANTARKAN ISTRI DAN ANAK DEMI GARAP ISTRI ORANG

TVPOLRINews.com | PAKPAK BHARAT_ Malangnya nasib Dunia pendidikan di Sumatera Utara dimana masih ada Oknum Guru SMAN 1 Tiga Lingga Kabupaten Dairi Sumut, belum bisa menunjukkan perilaku yang layak sebagaimana mestinya ahklak seorang pendidik  atau ASN, dimana salah satu oknum guru berinisial SS di duga telah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)  sejak  tanggal  24 November 2009 sampai dengan saat ini.

 Menurut RMS (istri SS yang sah) bahwa SS sudah menelantarkan keluarganya sejak tahun 2009 sampai saat ini, bahwa menurut RMS, SS sampai rela melakukan penelantaran kepada Istri yang sah dan anaknya sendiri, diduga demi mendapatkan istri orang lain “suami saya sejak tanggal 24 November 2009 sampai saat ini sudah menelantarkan saya dan anak anak saya”, dan sejak 2009 tidak pernah lagi di berikan nafkah baik lahir dan batin oleh suami saya. Adapun perilaku yang tidak sepantasnya di lakukan suami saya SS kepada saya, apalagi dia seorang guru pendidik dan ASN, itu sangat saya ketahui di karenakan  pikirannya tetap menginginkan pasangan lain atau menjalin hubungan sama sepertinya hubungan suami istri dengan istri orang yang masih mempunyai suami dan akur.

Hosting Unlimited Indonesia

Ulah suami saya”, masih lanjut istri SS, ” membuat kami sengsara tersebut, sudah berulang kali saya sampaikan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tiga Lingga Antoni Tarigan S.Pd. Namun sampai sekian lama kepala sekolah tersebut tidak pernah membuat tindakan yang tegas atas perilaku bawahannya. Bukan hanya itu saja, bahwa sepengetahuan saya bahwa Kepala Sekolah tersebut sejak keluarga saya sudah cekcok, bahwa si Kepala Sekolah sudah lebih tahu bahwa suami saya SS menjalin hubungan gelap dengan istri orang.

Namun hal perbuatan suami saya tersebut sampai saat ini di biarkan Kasek itu sendiri, saya tidak tau sikap Kepala Sekolah SMAN 1 Tiga Lingga ini, apakah pendidikan ini sengaja di pertontonkan dengan tidak senonoh kepada khalayak umum ?… atau apa antara suami saya dengan Kepala Sekolah tersebut ada saling menyimpan rahasia pribadi demi pribadi mereka, sehingga apapun yang di perbuat bawahannya yang kurang pantas tetap di bela sang Kepala Sekolah tersebut  yakni Antoni Tarigan ?” pungkas RMS istri SS yang sah yang bertempat tinggal di Kota Sibolga Sumut kepada media ini.

Mengetahui hal sikap berinisial SS suami RMS mulai 2009 sampai saat ini sudah menelantarkan keluarganya diduga karena menjalin hubungan asmara dengan istri orang lain, tim TVPOLRI malakukan penelusuran pada hari minggu, 10 Desember 2017 dengan mengunjungi dimana tempat tinggal SS di salah satu Desa yang ada di Kecamatan Tiga Lingga Kabupaten Dairi Sumut.

Hasil konfirmasi media ini dengan beberapa warga di lokasi kediaman SS sekitar pukul, 18:00wib terkait kelakuan SS di Desa tersebut, ternyata hampir semua masyrakat di Desa tersebut sudah mengetahui bahwa SS sering membawa pasangan perempuan lain yang bukan istrinya ke rumahnya SS tersebut, masuk malam dan pulang pagi, namun warga setempat dan Kepala Desa setempat mulai tahun 2009 sampai saat ini tidak pernah melakukan keberatan, “buat apa kami sibuk, karena kami disini masyarakat miskin sedangkan SS itu seorang Guru atau Pegawai Negeri tentunya dia lebih hebat daripada kami ini, apalagi Kepala Desa kami saja diam saja apa yang di perlakukan di desa ini, konon pula kami”, kata beberapa warga. 

Namun kalau di tanya apakah di Desa ini masih ada Adat istiadat, “wah tentu di desa kami ini masih kental adat demi adat”. Namun ini soal ketidak siapa saja yang berani menindak atau keberatan atas ulah SS ini, contohnya di Desa ini ada Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh Agama, juga tokoh-tokoh lainnya, tapi semua itu kan sama juga diam dan tidak bertindak, Sedangkan warga disini sangat tau bahwa SS dulunya kawin dengan istrinya RMS dan pesta perkawinan mereka juga di sini kok, namun kami tidak tahu secara mendetailnya sudah hampir puluhan tahun mereka tidak pernah akur lagi sedangkan istri SS yang sah tersebut tinggal di Kota Sibolga, semenjak itu pula SS di kampung ini sering membawa kerumahnya perempuan lain, sepengetahuan kami perempuan tersebut masih utuh istri orang”. Pungkas beberapa warga.

Usai Mendengar keterangan warga tersebut media ini mencoba menelusuri kondisi rumah kediaman SS setelah satu jam berlalu, ternyata rumah SS terkunci dan segala bagian penerangan seperti lampu listrik terpadam.

Media ini kembali bertanya kepada warga yang sudah sempat diambil keterangannya, mempertanyakan kemana oknum SS. “ paling menjemput perempuan yang sering di bawa kerumahnya itu pak, bapak tau loket sampri di tiga lingga, itulah perempuannya pak” singkat warga ke media ini.

Media ini langsung menuju loket sampri  yang ada Tiga Lingga Kecamatan Tiga Lingga Kabupaten Dairi, setibanya media ini ke tiga lingga sekitar lebih kurang pukul 20:00wib dimana di depan loket sampri tersebut ada warung dan kami mencoba duduk dengan memesan menu makanan, di kedai tersebut sudah banyak warga di Desa tersebut.

Media ini dengan jurus yang sama mencoba menggali informasi terkait hubungan SS sang guru SMAN1 Tiga Lingga dengan selingkuhannya berinisial JS istri marga M. ”wah kalau hubungan SS den JS itu sudah hampir puluhan tahun itu pak, padahal JS itu masih punya suami yang sah yang lagi bekerja di batam”. Ditanya bagaimana SS dan JS yang sama-sama masih memiliki keluarga  menjalin hubungan asmaranya dan mengapa masyarakat di Tingga Lingga ini tidak pernah menegur atau memberikan tindakan tegas kepada SS dan JS yang sudah merusak tatanan di Desa ini, “kalau itu pak, masih lanjut warga, merekalah yang tau namun yang jelas SS sering tidur di rumah kontrakan JS, dan JS juga sering di bawa SS ke rumah pribadi SS. Kalau kami ditanya mengapa tidak keberatan, pastinya kami keberatan namun SS itu kan seorang Guru semestinya tanpa kami tegurpun dia semestinya sudah berpikir bahwa apa yang di pertontonkan di Desa ini itu sudah merupakan perbutan yang tidak sepantasnya dilakukan seorang Pendidik, apalagi SS bersama dengan istri orang lain”. Pungkas warga Tiga Lingga.

Dua jam setelah kami memantau keberadaan SS apakah benar sudah di dalam rumah kontrakan JS, sekitar  lebih kurang pukul 22:00wib, SS terlihat keluar dari rumah kontrakan JS sambil mendorong kereta (sepeda motor) milik SS dan bersamaan dengan JS dan satu orang anak-anak atau anak daripada JS terlihat ingin bergegas mau berangkat keluar rumah kontrakan JS, dengan waktu cepat kami media ini juga langsung menyambangi ke rumah kontrakan JS dengan dalih ingin menanyakan mobil berangkat ke medan, dengan tidak ada curiga JS dan SS langsung berhenti namun SS sudah sempat menunggangi sepeda motornya. Padahal kamera pengintai yang sudah di persiapkan tim media ini sudah berjalan recording sehingga kedua insan ini yakni SS dan JS beserta anak JS yang kecil dengan mudah tertangkap kamera. Dengan singkat media ini berdialog dengan JS terkait bus yang akan berangkat ke medan pada malam itu, media ini juga sempat berdialog dengan SS seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertugas selaku guru di SMAN 1 Tiga Lingga.

Percakapan yang dilakukan kepada JS dan SS.

  • Tim : jam berpa mobil ke medan malam ini buk

  • JS    : jam berapa saja kamu mau pasti ada mobil tembak
  • Tim : kalu begitu buk marilah nomor supir bus itu biar langsung aku dialog nanti, Sembarin JS mencari nomor sang supir bus tersebut, Tim langsung lakukan percakapan dengan SS.
  • Tim : wah lae sombong juga ya ? .. bukan kah lae Guru di SMAN1 Tiga lingga bernama S dan Marga S ?
  • SS : benar saya guru di SMA itu, lalu kalian siapa ya kok aku kurang kenal ?
  • Tim : saya pernah datang ke sekolah sdr itu dengan kawan-kawan beberapa bulan yang lalu, namun sdr langsung lupa.
  • SS : maklum banyak pikiran ha ha, ( SS sambil tertawa sembarin JS langsung membacakan nomor ponsel supir bus tersebut. Dan setelah di bacakan JS dan SS langsung pamitan untuk pergi bersama JS.

Tim media ini langsung bergegas mengikuti kemana mereka pergi, tim media ini mencoba meminjam kereta (sepeda motor) orang yang ada di kedai tempat kami mengintai SS di rumah kontrakan JS dan langsung mendahului perjalanan SS dan JS menuju rumah pribadi SS di salah satu desa di Kecamatan Tinga Lingga. Setiba tim media ini di depan rumah SS, lebih kurang 20 menit kemudian  ternyata SS dan JS baru sampai ke rumah SS dan…..(Bersambung). PJS/LBS

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *