MISTERI KEMATIAN MANAJER PT DOMAS

TVPOLRINews.com | TANJUNG MORAWA – Misteri hilangnya Muhajir (49) bersama istrinya Suniati (50) dan putra mereka M Solihin (12) dari kediaman mereka di Dusun III, Gang Gambutan, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang masih menjadi tanda tanya besar.

Jasad Muhajir ditemukan, Kamis (11/10/2018) pagi kemarin di aliran Sungai Belumai, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir dan langsung dikebumikan setelah diidentifikasi oleh putrinya Desy Rahmawaty sore harinya.

Hosting Unlimited Indonesia

Namun, hingga Jumat (12/10/2018), ibunda dan adik kandung dari Desy belum juga diketahui kabar serta keberadaannya. Saat kami temui di kediaman orangtuanya, putri pertama Muhajir dan Suniati, Desy Rahmawaty (23), meminta kepada pihak kepolisian agar bisa segera membongkar kasus yang menimpa keluarganya tersebut.

Dia berharap polisi segera menangkap terduga pembunuh ayahnya dan penculik ibu serta adiknya, Desy juga berharap bahwa ibu dan adiknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saya meminta ibu dan adik saya M Solihin ditemukan dengan selamat, dan para pelaku ditangkap secepatnya,” kata Desy saat ditemui Jurnalis TVPOLRINews di rumah alm orangtuanya itu, Jum’at (12/10/2018) sore.

Rumah dan Kamar Berantakan

Kabar hilangnya orangtua dan adik Desy tersebut pertama kali diketahuinya dari tetangga orangtuanya itu. Saat itu seorang teman dari ayahnya mengatakan kepadanya, bahwa kedua orangtuanya tak satu pun terlihat di rumah.

“Ada teman ayah ngabari saya. Dibilangnya orangtua mu kok gak ada di rumah, tapi pintunya terbuka,” tutur Desy kepada jurnalis TVPOLRINews berlinang air mata.

“Saat itu saya langsung lari ke rumah orangtuatidak saya, Jaraknya memang gak jauh,  Dan waktu saya lihat ke rumah, orangtua saya sudah tidak ada,” lanjutnya.

Kediaman Muhajir di Dusun III, Gang Gambutan, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, menurut Desy, saat dia tiba di rumah orangtuanya itu, dia langsung masuk dan melihat ke dalam kamar, di atas bantal, dia melihat dompet tempat ibunya biasa menyimpan perhiasan emas berupa kalung dan gelang, tapi saat itu, dia tak lagi mendapati barang berharga tersebut di dalam dompet.

“Kira-kira pukul 10.30 Wib itu bang. Kamar sama rumah berantakan semua,” katanya.

“Saya bingung dan sedih waktu itu. Habis itu saya menghubungi keluarga dan tetangga dan akhirnya kami melapor ke polisi,” imbuh Desy sembari menyeka air matanya.

Tidak Pernah Bermasalah

Ketika ditanya tentang kemungkinan persoalan orangtuanya di luar rumah, Desy mengaku belum pernah mendengar sama sekalai bahwa ayah dan ibunya bermasalah dengan orang lain, baik itu para tetangga, keluarga maupun di kantor.

“Ayah ikut wirid. Tidak ada masalah selama ini kok bang. Begitu juga ibu saya, semuanya bergaul dan baik sama tetangga dan keluarga,” tutur Desy kembali yang saat itu memangku putra semata wayangnya.

Dia pun sangat syok dan terkejut ketika mendengar kaabar bahwa ada mayat yang ditemukan di sungai dan diikat, “Saya waktu itu masih di Mapolsek Tanjung Morawa, tiba-tiba dengar ada mayat, Saya langsung ke sana dan melihat kondisi mayat itu, Terkejut kali bang, kalau itu adalah ayah saya,” bebernya.

“Saya kenal dari ciri-ciri ayah saya. Kok kejam kali orang itu ya bang? Apa salah kedua orangtua dan adik saya,” kata Desy kembali berurai air mata.

Menurut Desy, mereka tiga bersaudara dan dia merupakan anak pertama.

“Ada tiga bersaudara kami bang. Saya anak pertama, adik ku yang kedua di Jawa dan yang bungsu si Solihin, yang ikut diculik. Sekali lagi, saya mohon ke pak polisi agar ibu dan adik saya ditemukan selamat dan pelaku segera ditangkap,”ujarnya.

Pantauan dari TVPOLRI di kediaman almarhum Muhajir masih terpasang Police Line. Kerabat, saudara dan handai tolan terus berdatangan untuk bertakziah serta mengucapkan belasungkawa.(LG)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *