Memperingati Hari Air Dan Hari Bumi Sedunia, PDAM Tirtanadi Lakukan Penanaman Pohon

TVPOLRINews.com | Medan : PDAM Tirtanadi dan puluhan wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Tirtanadi melakukan penanaan 500 batang pohon guna penghijauan di kawasan sumber air Rumah Sumbul, Sibolangit, Deli Serdang, Rabu (25/4).

Penanaman pohon untuk memperingati Hari Air pada 23 Maret dan Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 April ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan sumber air di kawasan itu. Penanaman pohon secara simbolis dilakukan oleh Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryadian, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution, Camat Sibolangit Amos F Karo-Karo, dan Ketua Pokja Wartawan Tirtanadi Zulmaidi.

Hosting Unlimited Indonesia

Turut dalam penanaman pohon itu para kepala divisi, kepala cabang, kepala instalasi di lingkungan PDAM Tirtanadi, termasuk Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin beserta para stafnya. Ada berbagai jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan itu, seperti pohon durian, ketapang, mahoni, jambu, dan lainnya.

Penanaman pohon juga ini melibatkan kalangan aktivis mahasiswa pecinta alam (Mapala) yang dikoordinir Edi Suwito. Arif Haryadian menjelaskan Sibolangit adalah kawasan penyangga utama sumber air untuk kebutuhan warga Kota Medan. Di masa kolonial Belanda, air dari Sibolangit inilah yang pertama kali dialirkan ke Kota Medan. “Ini adalah air yang murni, air yang tidak mengalami proses produksi yang serius,” jelas Arif.

Selain itu sungai-sungai di Kota Medan hampir semuanya berhulu di Sibolangit. Beberapa sungai juga dimanfaatkan PDAM Tirtanadi sebagai sumber air baku untuk diolah menjadi air bersih kebutuhan warga Kota Medan. Karenanya penanaman pohon di kawasan Sibolangit ini sangat penting dilakukan agar kelestarian sumber-sumber air tetap terjaga. “Sehingga anak cucu kita kelak bisa tetap menikmatinya,” katanya.

Hal senada disampaikan Heri Batangari Nasution. Dia mengatakan dari tahun ke tahun sumber-sumber air di Sibolangit terus berkurang akibat terus  berkurangnya areal hutan. Heri menyebut saat dirinya bergabung ke PDAM Tirtanadi tahun 1994, debit air yang dialirkan dari Sibolangit ke Kota Medan masih sekitar 700 liter per detik. Beberapa tahun berikutnya turun menjadi 600 liter per detik. Dan sekarang sudah sekitar 500 liter per detik. “Jadi dari tahun ke tahun terjadi penurunan yang signifikan. Ini cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu kepedulian kita bersama untuk menjaga sumber air di Sibolangit ini agar tidak terus bekurang,”ujarnya.

Sebelumnya, Camat Sibolangit Amos Karo-Karo berharap program penanaman pohon ini berkelanjutandan tingkatkan. “Kalau bisa sejalan dengan hutan dan bisa dimanfaatkan masyarakat seperti aren, karena tanaman itu menjaga air, menjaga longsor,” ujarnya. Dia juga mengimbau masyarakat di tiga desa di wilayahnya yang terdapat bron (sadapan air), yakni Rumah Sumbul, Betimus, Puangaja agar tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sebab dari sanalah sumber pasokan air berasal.

Di pihak lain Amos berharap PDAM Tirtanadi tetap memberikan perhatian kepada masyarakatnya terutama di desa-desa yang ada bron sehingga masyarakat semakin merasa memiliki dan bertanggung jawab untuk ikut menjaga dan merawat bron-bron yang ada. “Kalau bisa PDAM Tirtanadi bisa lebih meningkatkan lagi CSR nya untuk masyarakat Sibolangit,” harap Camat yang sudah lima tahun bertugas di Sibolangit itu didampingi Kepala Desa Rumah Sumbul Salomo Pelawi. (Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *