KAPOLRI : BUDAYA HORAS DAN “BUJUR MELALA” BUKTI SUMATERA UTARA MILIKI PERADABAN TINGGI.

TVPOLRI News | Sumut – Sumatera Utara itu beruntung karna memiliki peradaban yang tinggi. “Karena salah satu ciri yang mempunyai peradaban tinggi itu adalah dengan bahasa. Jadi peradaban yang tinggi memiliki bahasa yang diawal dimulai dengan salam “Greetings”. Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Repoblik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian baru-baru ini dalam sebuah kunjungan ke Tanah Karo Sumatera Utara.

Tidak semua bahasa suku di Indonesia memiliki “Greetings” salam pembuka. Peradaban tinggi Jawa, bagitu bila baru datang “Kulonuwun”, itu peradaban  yang tinggi. Itu karena ada Kerajaan yang mempunyai peradaban Jawa dan sudah ribuan tahun. Abad ke-8 mereka sudah bisa buat candi Borubudur.

Hosting Unlimited Indonesia

Kemudian dibahasa lanjutannya diakhir. Dalam peradaban tinggi biasanya ada ucapan yang mengatakan “terimakasih”. Di sini ada kata “Bujur Melala” yaitu kata penutup untuk berterima kasih. Artinya apa?, masyarakat disini bisa berterimakasih kepada orang lain.

Tito Karnavian pada kesempatan itu juga menambahkan seperti di Toraja juga, masyarakatnya punya kata terimakasih. Kalau di Sunda, Jawa “Maturnuwun”  kalau di Karo;”Bujur Melala”,

Beliau juga mengibaratkan, makanya ada istilah untuk teman-teman yang berdinas di Makasar  ada istilah ‘banyak pendapat, pendapatan kurang’.  Karena di sini Sumatera Utara.  Karena punya budaya terimakasih. “Kalau dibantu atau begitu kalau dibantu ada aja nanti imbalbaliknya sebagai ungkapan rasa terimakasih. Sampai kadang-kadang namanya SUMUT itu dipelesetkan; ‘semua urusan mesti uang tunai’.” Kelakar Pak Tito Karnavian.

Beliau juga mencontohkan pengalamannya ketika berdinas di Sulawesi Selatan. Pada daerah lain,seperti kalau dinas di Makasar; “Tapi kalau dinas di Makasar saya pernah, sampai kita bantu ‘ellek’, sampai capek kita bantu, selesai, pulang aja gitu. Karena tidak ada kata-kata itu, tidak ada kata lokal terimakasih”.

“Nah jadi di Tanah Karo di Sumatera Utara ini, selalu ada bahasa di depan “Greetings”; entah Menjuah-juah, Horas, Jahowu dan dibelakangnya juga ada kata terimakasih “Bujur Melala”. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Karo ini memiliki peradaban yang tinggi. Karena apa, karena juga ada kerajaan-kerajaan. Ada Kerajaan Sisingamangaraja. Karena kerajaan menunjukkan peradaban. Seperti saat ini kita dikasih ulos seperti ini yang mungkin sudah ratusan tahun seperti ini”. Ucap Tito Karnavian. Bujur Melala sebagai bukti masyarkat Karo di Sumatera Utara telah memiliki kebudayaan peradaban yang tinggi. (Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *