Jelang Debat Publik Sesi II, Sutrisno Pangaribuan Anggota DPRD Sumut: “Bukan Pemekaran Provinsi Justru Penguatan-Penguatan Kabupaten/Kota di Daerah Danau Toba & Nias”

TVPOLRINews.com | Medan : Sutrisno Pangaribuan ST. Anggota DPRD Sumatera Utara, mengatakan Sihar Sitorus (Djoss) sudah cukup arif menanggapi pertanyaan Edi Rahmayadi (Eramas) ketika dimintakan tanggapannya tentang usulan pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap) dan Provinsi Nias dalam Debat Publik sesi I yang telah diselenggarakan KPU Sumut baru-baru ini, Hotel Santika Dhyandra Convention Centre, Jalan Pengadilan Medan.

Sutrisno menyatakan yang mendesak untuk kita pikirkan bukan pemekaran provinsi, Karna Sumut adalah miniaturnya Indonesia. Sudah ada sekian trilliun mau dialokasikan BPODT (Badan Pengelola Otorita Danau Toba).

Hosting Unlimited Indonesia

“Kalau hari ini ada dana khusus yang diserahkan mengelola Nias dari pemerintah pusat, memang masih kita butuhkan Gubernur? Tidak! Justru dari sekarang penguatan-penguatan Kabupaten/Kota, di Nias itu yang lebih mendesak sebenarnya kita lakukan daripada memikirkan pemekaran. Karena apa? Sumut ini menjadi miniatur Indonesia. Disini sangat beragam sangat kompleks. Disini kita ketemu orang Nias, ketemu orang Batak, ketemu orang Melayu, ketemu orang Jawa”, sebut Sutrisno.

“Kalau ini nanti mekar orang akan bilang ” eh Nias yang ada di Medan pulang lo kesana”. Kalau Tapanuli mekar, eh orang Toba pulang. Trus siapa lagi donk yang akan tingal di Sumut, itu satu. Yang kedua, belum ada satu propinsi pun yang mekar lebih dari satu di Indonesia. Sudah kita hitung tadi, Riau dan Kepulauan Riau, Sumsel dan Bangka Belitung, Jawa Barat dan Banten, Maluku dan Maluku Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Papua dan Papua Barat. Lalu apakah mungkin bisa kita mekarkan Nias tapi Tapanuli tidak. Atau kita mekarkan Tapanuli tapi Nias tidak, Ini hal-hal yang sebenarnya jauh dari sekedar emosional respon kita.” jelasnya.

Ada sesuatu yang dipikirkan oleh pak Sihar bahwa tujuan kami menjadi Gubernur/Wakil gubernur adalah untuk memperhatikan daerah-daerah yang selama ini tertinggal.

Bahkan Djarot dalam berbagai kesempatan menyebut Nias akan menjadi salah satu prioritas. Lalu kalau pembangunan sudah masuk kesana?, yang harus kita dorong dengan komitmen baru dari pak Djarot Sihar adalah suatu saat kita harus mendorong ada beberapa Perguruan Tinggi Negeri lahir di daerah-daerah yang tadinya ingin mekar. Nias misalnya. Harus ada Perguruan Tinggi Negeri berbasis kelautan dan perikanan. Berbasis Pariwisata disana, dan juga untuk guru-guru.

Demikian juga di Tapanuli, berbasis pertanian, di daerah daerah lain berbasis perkebunan. Sehingga nyambung dengan kearifan lokal.

Jadi tidak perlu paslon lain bicara tentang kearifan lokal, tapi konsep untuk mengakomodasi potensi lokal tidak ada dalam konsepnya.

Nias kalau dikembangkan dari sisi pariwisata dan dari sisi kelautan dan perikanan, bahkan saya kemarin sudah bilang waktu saya ke Sulawesi Utara, kita punya mimpi akan ada penerbangan langsung dari Manado ke Nias.

Makanya yang harus kita dorong dengan segera adalah ada penerbangan Jakarta-Nias. Tidak perlu lagi orang mau ke Jakarta dari Gunung Sitoli, habis Medan. Itu yang harus kita buka.

Nah kalau itu sudah kita buka investor datang langsung dari Jakarta ke Nias. Membangun hotel, membangun callstore’s untuk perikanan, apa perlu Gubernur? Mana ada kita butuhkan.

Kalau ada Perguruan Tinggi Negeri disana apalagi yang kita butuhkan. Gaya pilkadanya kan begitu. “Yang harus kita dorong ke depan adalah saya sih berharap ada semacam satu konsensus bersama di Sumut ini. Dalam artian kita ke depan harus secara bergiliran mengakomodasikan kebhinekaan kita”, sebut Sutrisno Pangaribuan ST. (Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *