Hujan Deras ; Infrastruktur dan Pemukiman Warga Terancam Banjir dan Longsor

TVPOLRINews.com | Nias Selatan – Sejumlah pemukiman warga baik yang dekat sungai maupun pemukiman diatas bukit dan dibawah bukit di Kabupaten Nias Selatan terancam longsor. Hujan yang terus menerus mengguyur Wilayah Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara  beberapa hari ini, Rabu (14/11).

Tak hanya itu, akses jalan dan jembatan juga terancam Banjir dan longsor. Seperti halnya yang terjadi di desa Hililaza Hilinawalo Mazino kecamatan Mazino belum lama ini sungai Idanolawa banjir dan nyaris meluap ke pemukiman penduduk. itu terjadi  lantaran hujan yang terus menerus mengguyur daerah itu. Bahkan, pada Tahun 2017 lalu.

Hosting Unlimited Indonesia

Peristiwa longsor dan banjir juga melanda belakang rumah penduduk desa Hilinawalo Mazino hingga menghanyutkan sejumlah tanaman dan ternak warga.

Kedua warga desa dimaksud sangat kuatir bila terjadi banjir dan longsor akibat hujan yang  terus menerus mengguyur wilayah itu. sebab, area pemukiman mereka diapit dua sungai besar yakni sungai Idanolawa dan sungai Mezaya.

Tak hanya pemukiman penduduk yang terancam longsor, namun jembatan sungai Mazino Kecamatan Mazino notabene sebagai akses alternatif yang tiap saat dilalui oleh masyarakat banyak juga terancam longsor. saat ini, dekat sisi kiri dan kanan jembatan sudah longsor. jika hal ini tidak diantisipasi secepatnya maka diprediksi akan amblas.

Masyarakat Mazino meminta perhatian serius Pemerintah Daerah dengan melakukan langkah-langkah antisipasi dalam menangani bencana longsor dan banjir.

Sementara, pada Sabtu, (10/11) pagi, bencana longsor juga melanda bukit Hiliziloto dusun II desa Suka Maju Mohili Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan, mengakibatkan 7 korban dan 2 unit rumah warga tertimbun. hingga Rabu, (14/11), dari 7 korban yang tertimbun longsor, baru 4 orang yang berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal. korban terakhir yang ditemukan pada Rabu, (14/11) sore yakni Aristina Laia alias Ina Elsa (33).

Keluarga para korban meminta Pemerintah Daerah untuk mendatangkan alat berat ke lokasi guna mempermudah sekaligus mempercepat pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.

Terkait itu, Bupati Nisel Hilarius Duha telah menetapkan peristiwa tersebut sebagai bencana Kabupaten. tim SAR gabungan bersama warga desa setempat dan aparat Kecamatan Gomo terus melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.

Bupati juga menghimbau warga Nisel untuk mengungsi sementara ke tempat atau ke rumah kerabat yang aman dari ancaman bencana. (YD)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *