Gubsu, Tengku Erry Nuradi : “PRSU 2019 Mendatang Menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)”

TVPOLRINews.com. Medan : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi resmi menutup Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-47 tahun 2018 di Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (16/4/2018) malam.

Gubernur menyebutkan, PRSU yang kini dikelola Yayasan, Tahun 2019 mendatang menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diharapkan tampil lebih maksimal.

Hosting Unlimited Indonesia

“Masih banyak hal-hal yang perlu ditingkatkan lagi di PRSU. Karena memang saat ini sedang dalam masa transisi, dari yayasan dipersiapkan menjadi BUMD. Tahun depan, gelaran tersebut harus bisa lebih maksimal,” sebut Tengku Erry.

Gubernur mengatakan terimakasig kepada seluruh peserta, yang telah menyemarakkan Pekan Raya Sumut yang ke-47, seluruh sponsor dunia usaha, BMN, BMB, UKM, dan tentunya seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se – Propinsi Sumut.

Bapak dan ibu hadirin sekalian yang dirahmati Tuhan yang mahakuasa, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemko Medan, yang pada malam hari ini berkenan menjadi Tuan Rumah acara penutupan PRSU yang ke-47.

“Trimakasih kami ucapkan juga kepada Pemerintah Kerajaan Penang, karena setiap tahunnya mengikuti acara pekan raya Sumut ini. Semoga kerjasama antara dua bangsa serumpun, dapat terrus berjalan dengan baik, terutama dalam upaya kita membangun, meningkatkan perdagangan seni budaya, maupun juga bidang-bidang lain.” sebut Erry.

Penutupan PRSU tidak terasa telah 32 hari dan penutupan PRSU juga dirangkai dengan Peringatan Hari Jadi Sumatra Utara yang jatuh pada tanggal 15 April 2018. Oleh karna itu tentunya kegiatan kegiatan yang dilaksanakan pada PRSU ini dalam rangka hari jadi Propinsi Sumut yang kita rayakan.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ketua Panitia pelaksana PRSU ada beberapa kendala sehingga pencapaiannya tidak maksimal. Hal ini disebabkan karena PRSU hari ini pada posisi transisi Yayasan yang sedang dalam kondisi penggodokan untuk menjadi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Oleh karenanya penyelenggara PRSU tahun ini adalah panitia, yang kebetulan adalah mantan Yayasan PRSU. “Mudah-mudahan pada tahun mendatang bila PRSU telah menjadi suatu Badan Usaha, Program-program yang tentunya kita inginkan, bahwa PRSU ini adalah menjadi perwakilannya Kabupaten/Kota di Ibukota Propinsi Sumut.” sebut Erry.

Karena tentunya untuk suatu Badan Usaha tentunya lebih gampang untuk bergeraknya dan juga untuk bisa melakulan banyak hal.

Minat pengusaha luar negeri umumnya cukup tinggi dalam menjalin hubungan kerjasama di daerah kita ini. Hanya saja mungkin jaringan daerah informasi dan sarana belum kita manfaatkan secara maksimal. Harus juga kita sadari bahwa potensi sumut cukup besar. Hal ini masih membutuhkan banyak upaya.

Terlebihnya pusat telah menetapakan Propinsi Sumut sebagai salah satu dari 7 propinsi di Indonesia yang akan dikembangkan. Baik itu dengan zona ekonomi khusus, maupun proyek-proyek srategis nasional yang di Sumut.

Bapak Presiden menekankan kepada kita semuanya supaya ekonomi lebih ditingkatkan, itu salah satunya adalah meningkatkan investasi dan meningkatkan ekspor bagi Sumut.

Kalaupun pertumbuhan ekonomi Sumut berada di atas rata rata nasional, tetapi kita juga harus tetap bertumbuh terus lebih besar lagi.

Sebenarnya area dan lahan sebagai perangkat penting bagi infrastruktur itu telah kita miliki, tergantung kita, bagaimaana cara kita membudayakan semaksimal mungkin hal ini.

Senada dan selaras dengan hal ini tentunya sesuai dengan tema, mari kita jadikan areal PRSU menjadi Milinileal Sumut. Mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang. “Sumut akan lebih bergairah, apalagi nantinya PRSU ini tidak lagi berbentuk yayasan lagi, tetapi sudah berbentuk Badan Usaha PRSU-47, pada hari ini 16 april 2018, bertepatan satu hari setelah hari jadi Provinsi Sumut saya nyatakan tutup.” sebut Tengku Erry Nuradi.(Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *