Gerakan Mahasiswa Labuhan Batu (Germalab) Turun Lapangan Ke Desa-Desa Di Labuhan Batu

TVPOLRINews.com | Labuhanbatu : Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu (Germalab) turun ke Desa Penggantungan di Labuhanbatu, baru-baru ini.

Organisasi kemahasiswaan yang bersekretariat di Kota Medan ini melakukan tour ke desa-desa yang ada di Kabupaten Labuhanbatu. Untuk kali ini pertama Germalab turun ke salah satu desa yang tergolong tertinggal, adapun desa yang dituju adalah Sei Penggantungan.

Hosting Unlimited Indonesia

Menurut Sekjen Germalab, Parulian Limbong menyebutkan, ini pertama kali Germalab turun ke desa, Sei Penggantungan dipilih karena desa ini menjadi salah satu desa yang masih jauh tertinggal. 

“Germalab sebagai organisasi Mahasiswa Labuhanbatu harus mengetahui fakta dilapangan, tentang Labuhanbatu yang sebenarnya” tegas Parulian Limbong.  

Dalam perjalanan dari Medan hingga simpang HSJ, Bilah Hilir, semua berjalan baik. Namun tidak demikian mulai dari simpang HSJ hingga ke desa Sei Penggantungan. Jalan tersebut masih tanah berbatu dan berdebu sehingga mengakibatkan mobil Germalab hanya bisa melaju max 20 km/jam.

Ketua Germalab, Armansyah Hutasoit, Mahasiswa asal Kecamatan Pangkatan mengakui bahwa perjalanan menuju Desa Sei Penggantungan sangat berat, bahkan Armansyah menilai keadaan jalan ini seolah belum merdeka.

Setelah melewati simpang HSJ lalu Desa Sidomulyo, kemudian Desa Selat Besar, lalu Desa Sei Jawi-jawi barulah team tiba di Desa Sei Penggantungan, beberapa kali mereka naik turun mobil akibat jalan yang berlubang, apalagi lampu penerangan jalan tidak ada, mereka terpaksa memeriksa jalan berlubang sebelum dilalui mobil. 

Tepat pukul 23:30 WIB malam rombongan Germalab tiba di desa Sei Penggantungan dan disambut beberapa pemuda setempat yang sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan Germalab. (Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *