Forum Advokasi Sinabung (FASI), “Pemerintah Kabupaten Karo Tidak Serius Tangani Bencana Akibat Erupsi Gunung Sinabung”

TVPOLRINews.com | Tanah Karo : Lesmawati Peranginangin dari Forum Advokasi Sinabung (FASI), menyebutkan Pemerintah Kabupaten Karo Tidak Serius Tangani Bencana Akibat Erupsi Gunung Sinabung.

Hal ini diungkapkan Lesmawati Peranginangin kepada TVPOLRINews melalui pesan elektronik, Kamis malam (24/5/2018) di Tanah Karo. Forum Advokasi Sinabung (FASI), dalam hal ini merespon Pelaksanaan Runggu Nasional Ke-3 Soal Penanganan Bencana Akibat Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo-Sumatra Utara.

Hosting Unlimited Indonesia

Dalam sambutan pengantar yang disampaikan oleh Bupati Karo, bahwa kegiatan runggu atau musyawarah soal penanganan bencana akibar erupsi Gunung Sinabung yang diselenggarakan di aula kantor Bupati Karo merupakan runggu nasional ke-3. Artinya runggu yang diselenggarakan pada 23 Mei 2018 tersebut merupakan rangkaian atau tindaklanjut dari kegiatan runggu ke-1 dan ke-2.

Lebih lanjut, Lesmawati Peranginangin kepada TVPOLRINews menyebutkan tujuan diselenggarakannya runggu nasional adalah agar forum menghasilkan rekomendasi langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang terkait dengan penanganan bencana akibat erupsi Gunung Sinabung, selain juga mengumpulkan informasi tentang dinamika lapangan sebagai bahan pengambilan kebijakan yang strategis.

“Namun demikian, fakta yang terjadi dalam pelaksanaan runggu nasional ke-3 jauh dari tujuan yang hendak dicapai. Berikut beberapa catatan FASI dalam runggu ke-3 yang merupakan kelanjutan dari runggu ke-1 (tahun 2016) dan runggu ke-2 (tahun 2017), tidak ada proses update maupun evaluasi terkait dengan point-point rekomendasi yang tertuang dalam runggu ke-1 dan ke-2 sehingga peserta runggu tidak mengetahui sejauhmana rekomendasi runggi ke-1 dan ke-2 dieksekusi dilapangan”, jelas Lesmawati.

Isu-isu yang diangkat baik masyarakat maupun pemerintah dalam runggu ke-3, delapanpuluh lima persen (85%) sudah tertuang dalam rekomendasi runggu ke-2.

Jika runggu ke-1 dan ke-2 prosesnya adalah diawali dengan pemaparan situasi, lalu dilakukan pembagian pokja untuk pendalaman masalah dan kemudian dilakukan pleno untuk merumuskan rekomendasi, dalam runggu ke-3 pleno tidak dilakukan sehingga tidak menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi.

Dalam runggu ke-3 pihak pemerintah hanya menyahuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat secara verbal sehingga berpeluang besar untuk tidak diimplementasikan mengingat hasil runggu ke-1 dan ke-2 yang tertulis jelas rekomendasinya saja banyak yang tidak dilaksanakan.

“Oleh karena situasi itu, maka FASI mendesak agar Pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan rekomendasi runggu ke-1 dan ke-2 dengan membentuk tim evaluasi yang melibatkan perwakilan masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung dan organisasi masyarakat sipil yang selama ini aktif terlibat dalam penanganan erupsi Gunung Sinabung”, jelas Lesmawati.

Pemerintah membuat publikasi secara terbuka terkait dengan hasi runggu ke-3 dengan dilengkapi time line (waktu) pelaksanaannya sehingga memberikan jaminan kejelasan bagi masyarakat dan memudahkan proses monitoring dan evaluasi baik bagi pemerintah maupun pihak lain yang terkait.

Proyek-proyek yang sudah terrealisasi baik yang dikerjakan pemerintah maupun pihak ke-3 yang bersumber dari dana pemerintah yang berhubungan dengan penanganan erupsi Gunung Sinabung agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh karena ada indikasi terjadi penyelewengan oleh para implementor/pelaksana proyek.

“Dari berbagai penyampaian para pihak yang terlibat dalam runggu, FASI mengambil kesimpulan bahwa selama ini pihak yang paling tidak serius melakukan penanganan erupsi Gunung Sinabung adalah pemerintah Kabupaten Karo”, jelas Lesmawati.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan baik level propinsi maupun nasional diharapkan untuk mengambil sikap dan tindakan tegas atas praktik ketidakseriusan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karo tersebut.

“Akibat dari ketidakseriusan tersebut masyarakat yang terpapar erupsi Gunung Sinabung di 110 desa di Kabupaten Karo mengalami berbagai kerugian baik fisik maupun psikis”, jelas Lesmawati Peranginangin.(Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *