Faperta Nommensen Siap Dukung Tempe Mendunia

Kaprodi THP Faperta UHN Ir. Rosnawyta Simanjuntak, M.Si sedang memberikan sambutan pada kuliah umum Prodi THP Faperta UHN Medan mengenai Tempa Makanan Tradisional Persembahan Indonesia untuk Dunia  dengan pembicra Dr. Ir. Dadi Hidayat, ST, M.Sc  Sekjen Forum Tempa Indonesia

TVPOLRINews.com | Medan – Tempe sebagai makanan khas tradisional Negara Indonesia sangat siap untuk kita dukung sebagai Persembahan  Indonesia untuk dunia, tegas Kaprodi Teknologi Hasil Pangan Ir. Rosnawyta Simanjuntak, M.Si saat membuka acara kuliah umum Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen dengan menghadirkan pembicara Sekjen Forum Tempa Indonesia Dr. Dadi Hidayat, ST, M.Scdengan judul “Tempe: Pangan Tradisional Warisan Budaya bangsa Indonesia: Persembahan Indonesia Untuk Dunia”  dengan moderator Dr. Ir. Hotman Manurung, MS di Ruang Dr, Kamis, (4/10/2018).

Hosting Unlimited Indonesia

Dalam sambutannya Ir. Rosnawyta Simanjuntak, M.SI mengatakan kuliah umum ini akan meningkatkan  mahasiswa THP secara khsuus untuk memahami bagaimana sebenarnya tempe itu sehingga saat ini perbincangan tenpe sangat hangat di dunia. Ir. Rosnawyta sangat mengharapkan mahasiswa Faperta kreatif dalam memahami berbagai jenis makanan. Target kita, semua lulusan THP bisa kreatif dan inovatif dalam pengolahan pangan.

Sementara Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, PhD sebagai Wakil Dekan I mengatakan kuliah umum ini sangat penting karena bisa meningkatkan nilai akreditasi. Kita harapkan melalui kuliah umum ini bangsa kita, secara khusus mahassiwa THP UHN pemahamannya mengenai tempe makin bagus sebagai makanan tradisional yang punya banyak muatan gizinya. Semoga kuliah umum ini bisa menambah wawasan kita tentang berbagai jenis makanan, termasuk Tempe tegas WD I sambil membuka acara kuliah umum ini.

Dr. Ir. Dadi Hidayat, ST, M.Sc sebagai pemakalah dalam paparannya mengatakan Tempe adalah makanan tradisional khas Indonesia, harganya murah, rasa enak, gizi tinggi, memiliki potensi medis, dan mudah diolah berbagai makanan. Tempe juga merupakan pangan fungsional karena memiliki beberapa prasyarat seperti Harus berupa produk pangan, bukan kapsul, tablet atau bubuk dan berasal dari bahan yang terdapat secara alami, Dapat dan layak dikonsumsi sebagai bagian dari diet atau menu sehari-hari, dan  mempunyai fungsi tertentu pada waktu dicerna, memberikan peran dalam proses tubuh tertentu, seperti memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu tubuh untuk memulihkan kondisi tubuh setelah terserang penyakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental, dan memperlambat proses penuaan.

Dadi Hidayat juga mengatakan tempe merupakan satu satunya makanan kaya vitamin B-12, mengandung proyein, dan merupakan makanan senyawa bioaktif. Tempe juga mengandung antidioksidan, dan anti kanker. Dr. Ir. Dadi Hidaya, M.Sc kembali menegaskan tempe punya efek protektif/ Apabila kita rajin mengkonsumsi tenpe, maka potensi kita kena kanker sangat  kecil. Untuk itu, marilah kita mengkonsumsi tempe karena tempe sebagai makanan  tradisional kita punya banyak muatan gizi dan vitamin. Tempe itu masuk premium dan saat ini banyak dikonsumsi oleh orang Jepang. Sebagai bangsa Indonesia, tagline Tempe persembahan dunia untuk Indonesia harus kita jaga karena ini adalah makanan tradisional bangsa ini, tegas Dr. Ir. Dadi Hidayat, MSc lagi. Jadi mulai sekarang jangan ada lagi kalimat mental tempe harap sekjen Forum Tempe indonesia ini lagi.

Acara kuliah umum ini diikuti oleh para mahassiwa Faperta UHN dan juga nampak para berbagai dosen seperti Prof. Dr. Ir. Ferisman Sitindaon, MSc, Ferlando Simanungkalit, ST, M.Sc dan berbagai dosen lainnya. (RL/JRG)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *