Dr. Janpatar Simamora, SH, MH Narasumber Pembentukan Perda  di Kota Gunungsitoli

Keterangan Gambar: (Dari kiri ke kanan)

Staf ahli Walikota Folata Mendrofa, SPd, narasumber Dr. Janpatar Simamora, SH, MH, Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua, Sekda Ir. Agustinus Zega dan Kepala BPBD Faoziduhu Telaumbanua, SPd dalam acara dengar pendapat publik di Kantor Walikota Gunungsitoli, Jumat 13 Juli 2018.

Hosting Unlimited Indonesia

 

TVPOLRINews.com | Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar acara dengar pendapat publik dalam rangka Penyusunan Naskah Akademik dan pembentukan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kota Gunungsitoli pada Jumat, 13 Juli 2018 di ruang rapat Lt.II Kantor Walikota Gunungsitoli. Adapun dengar pendapat publik kali ini dilaksanakan dengan menghadirkan pakar Hukum Tata Negara Dr. Janpatar Simamora, SH, MH sebagai narasumber dengan moderator Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Darius Aprilianus Zebua, SH.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua. Dalam arahannya Walikota menyampaikan bahwa sebagaimana amanat UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah penanggungjawab penanggulangan bencana dan menegaskan bahwa setiap orang berkewajiban untuk melakukan kegiatan penanggulangan bencana, dalam arti bahwa selain dari pada pemerintah daerah, masyarakat dan pihak pemerintah juga ikut andil dalam penanggulangan bencana. Untuk itu, maka diperlukan suatu regulasi yang mengatur tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana. Maka dari itu, untuk mencapai sasaran yang diinginkan maka Ranperda ini harus mencakup semua aspek termasuk diantaranya kondisi geografis dan kearifan lokal masyarakat kita sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam setiap tahapannya (pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana) dapat dilaksanakan secara maksimal.

Sementara itu, narasumber dalam kegiatan itu, yaitu Dr. Janpatar Simamora, SH, MH mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mendasari pertimbangan betapa pentingnya pembentukan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kota Gunungsitoli. Pertama, mengingat amanat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah membentuk suatu Pemerintah yang melindungi segenap bangsa Indonesia. Kedua, dari perspektif geografis, Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia, terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia dan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, perspektif geologis, Indonesia berada pada tiga lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo Austalia dan Lempeng Pasifik dan perspektif demograsi, Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih 200 juta jiwa. Ketiga, letak Kota Gunungsitoli berada pada wilayah kepulauan, yaitu Pulau Nias membutuhkan sistem penanggulangan bencana secara komprehensif. Keempat, curah hujan yang begitu tinggi di Kota Gunungsitoli. Kelima, struktur batuan dan susunan tanah di Kota Gunungsitoli pada umumnya bersifat labil.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Janpatar Simamora, SH, MH yang juga merupakan Ketua LPPM Universitas HKBP Nommensen ini bahwa pembentukan perda ini sangat urgen dalam rangka memberikan perlindungan maksimal terhadap masyarakat Kota Gunungsitoli. “Mengingat begitu pentingnya penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Gunungsitoli, maka perlu segera disusun dan dibentuk rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Penanggulangan Bencana demi membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif, efisien dan komprehensif” tegasnya. Dr. Janpatar Simamora yang sudah melanglang buana dan punya pengalaman mumpuni dalam pembentukan sejumlah peraturan perundang-undangan di tanah air mengemukakan bahwa masih sedikit daerah di wilayah Sumatera Utara yang memberikan perhatian serius dalam rangka penanggulangan bencana di daerah. “Inilah yang membuat kita layak mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui BPBD setempat dalam pembentukan regulasi yang satu ini.”

Adapun Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Faoziduhu Telaumbanua, SPd sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dengan mengemukakan agar kiranya apa yang sudah disampaikan oleh narasumber dapat membuahkan hasil positif serta dapat ditindaklanjuti sampai pada akhirnya ranperda dimaksud disahkan menjadi produk hukum daerah. “Kita menghadirkan Dr. Janpatar Simamora sebagai narasumber karena kita anggap sangat berkompeten dan terbukti kami merasa terbantu dalam proses pelaksanaan kegiatan ini, khususnya dari sisi hukumnya” tutupnya.

Pada kesempatan itu, selain Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua, turut hadir Sekda Ir. Agustinus Zega, staf ahli Walikota Gunungsitoli Folata Mendrofa, SPd, para Asisten, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Faoziduhu Telaumbanua, SPd para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Darius Aprilianus Zebua, SH, Camat se-Kota Gunungsitoli, para Pimpinan Instansi Vertikal, Lurah dan Kades, Pimpinan Perti se-Kota Gunungsitoli, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan/LSM/NGO se-Kota Gunungsitoli, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda dan Tim Penyusun Ranperda tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Kota Gunungsitoli beserta segenap peserta lainnya. (RL/JRG)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *