Dr. Janpatar Simamora, SH., MH “Debat Pilgubsu Dapat Jadi Preferensi Politik Pemilih”

TVPOLRINews.com | Medan – Salah satu Tim Perumus Debat Ketiga Dr. Janpatar Simamora, SH., MH yang juga Doktor Hukum dan Pakar HUkum Tata Negara Universitas HKBP Nommensen (UHN ) Medan lulusan UNPAD Bandung  mengatakan bahwa debat kali ini kiranya dapat dijadikan sebagai preferensi politik bagi pemilih, khususnya pemilih mengambang. Dengan demikian, sangat diharapkan agar masyarakat Sumatera Utara benar-benar mendapatkan pilihan yang tepat dalam pesta demokrasi lokal kali ini. Hal itu dikatakan oleh Dr. Janpatar saat duhubungi oleh berbagai Media tentang pelaksanaan Debat PIlgubsu yang ketika mengenai topic penegakan hukum dan HAM, (Jumat, 22/06/2018).

Debat Ketiga Pilgub Sumatera Utara dengan Tema “Penegakan Hukum dan HAM” yang dilangsungkan Selasa (19/06/2018) malam di Hotel Santika Dyandra Medan berjalan cukup alot. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS) dan Nomor Urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) saling adu argumen dalam rangka mempertahankan Visi dan Misi masing-masing kandidat.

Hosting Unlimited Indonesia

“Debat ini sangat urgen dalam rangka mengukur tingkat kepedulian serta kemauan dan kemampuan masing-masing kandidat dalam bidang Penegakan Hukum dan HAM. Melalui debat ini, diharapkan masyarakat memperoleh gambaran yang lebih faktual terkait Visi dan Misi masing-masing calon dalam bidang Penegakan Hukum, terlebih mengingat waktu pencoblosan yang sudah semakin dekat” tegas dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Medan ini.

Dr. Janpatar Simamora mengemukakan bahwa masing-masing calon telah berusaha menunjukkan performa terbaiknya. Hal tersebut akan sangat berdampak positif bagi pasangan yang mampu menunjukkan kemampuan dalam memikat simpati konstituen. Demikian juga sebaliknya, ketidakmampuan kandidat menampilkan performa terbaik, juga berpotensi mengurangi dukungan pemilih. “Kendati demikian, jika dilihat dari seluruh rangkaian acara, masih ditemukan adanya jawaban-jawaban kandidat yang cenderung tendensius, emosional dan terkesan menyudutkan pasangan calon lain. Hal semacam ini kurang mendidik dalam proses pematangan demokrasi di tanah air dan bahkan berpotensi merugikan pasangan calon bersangkutan” ujar pakar Hukum Tata Negara ini.

Lebih lanjut dikatakan Janpatar Simamora agar kiranya masyarakat Sumatera Utara dapat memberikan suara politiknya secara bijak tanpa terpengaruh dengan berbagai isu-isu lain yang tidak ada kaitannya dengan proses demokrasi. Sehingga, Pilgubsu kali ini dapat melahirkan pemimpin yang benar-benar merakyat dan mampu membangun Sumatera Utara menjadi lebih baik ke depannya. “Mudah-mudahan masyarakat Sumut antusias untuk mendatangi TPS dan memberikan hak pilihnya, sehingga demokrasi yang kita bangun benar-benar berjalan maksimal” tutupnya. (Rel/Jrg)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *