DPRD Janji Polisikan Perusahaan Perusak Taman Nasional Komodo

TVPOLRINews.com | LABUAN BAJO – Pembangunan di area Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Rinca, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir-akhir ini hangat diperbincangkan berbagai elemen masyarakat, menyusul adanya pembangunan sarana wisata alam oleh  PT. Sagara Komodo Lestari yang dinilai merusak kawasan TNK itu.

Terkait persoalan ini, lembaga DPRD kabupaten Manggarai Barat pun dengan tegas menolak pembangunanan  tersebut. Selain menolak, para wakil rakyat terhormat juga berjanji melaporkan perusahaan tersebut ke pihak kepolisian karena diduga melanggar ijin prinsip.

Hosting Unlimited Indonesia

Penolakan tersebut spontan diungkapkan tujuh Fraksi DPRD Mabar diantaranya, Fraksi PAN, Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi Gabungan Keadilan Sejahtera, Fraksi Kebangkitan Nasional Indonesia, dan Fraksi Gerindra.

Ketua Fraksi PAN, Marsel Jeramun mengatakan, perusahaan tersebut telah kedaluwarsa, untuk itu harus diproses hukum dan segera mencabut ijinnya.

“Sejak 2 Desember 2017 ijin Perusahaan tersebut telah kedaluwarsa untuk itu perlu diproses hukum, jangan sampai menjadi preseden bagi yang lain”, tegas Marsel dalam rapat Paripurna DPRD dengan Direktur Jenderal Konservasi Alam Sumber Daya Alam dan Ekositem (Dirjen KSDAE), Wiratno bersama tim terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Aula Utama Gedung DPRD Mabar, Senin (20/8/2018) pagi.

Senada juga disamapaikan anggota Fraksi Hanura, Blasius Janu, ia  menegaskan menolak pembangunan di dalam kawasan TNK.

“Saya minta Dirjen untuk mencabut ijin pembangunan di TNK, dan segera membongkar semua bangunan yang merusak habitat Komodo”, tegas Janu dihadapan Dirjen KSDAE dalam rapat tersebut.

Selain itu, pernyataan penolakan pembangunan juga dikatakan Ketua Fraksi Gerindra, Yos Gagar. Ia menegaskan menolak dengan tegas pembangunan di Kawasan TNK.

“Yang menolak itu semua masyarakat Mabar, untuk itu kami tegaskan menolak pembangunan tersebut,” tegas Yos.

Sementata itu, salah satu pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Matheus S. N Siagian, ia mengatakan area kawasan TNK harus dipertahankan keaslian alamnya, agar anak cucu kedepannya dapat menikmati keindahan alam di dalam kawasan TNK.

“Selamatkan Komodo dari tangan-tangan kotor. Komodo itu warisan dunia, sehingga kita wajib menjaga Komodo. Biarkan anak cucu kita nanti tetap menikmati obyek wisata yang ada didalam kawasan TNK”, kata Matheus. (RL/Leader Ismail/MR).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *