Dinkes Labuhanbatu Melalui Puskesmas Bilah Hulu Laksanakan Vaksin MR

TVPOLRINews.com | Labuhanbatu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhanbatu laksanakan pemberian Vaksin Measle Rubela (MR) di seluruh Kabupaten Labuhanbatu dengan batas anak sampai umur 15 tahun.

Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu melalui Puskesmas Bilah Hulu yang dipimpin oleh dr. Sri Hartini melaksanakan vaksin (Measle Rubela) MR di SD Methodis 2 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu pada Rabu (12/9/2018).

Hosting Unlimited Indonesia

Sebelumnya Kepala Puskesmas ini mengaku telah melakukan vaksin MR dibeberapa sekolah termasuk salah satunya Methodis 1 Aek Nabara yang dilaksanakan pada Senin (10/9/2018).

Kepala Puskesmas Bilah Hulu menyampiakan kepada orang tua murid bahwa setiap anak wajib mendapatkan vaksin MR sampai batas umur 15 tahun.

“Untuk mendapatkan vaksin MR, anak harus dalam keadaan sehat, tidak ada bercak alergi pada kulit dan anak sudah sarapan,” jelas dr. Sri Hartini.

Sri Hartini juga meyakinkan orang tua murid bahwa vaksin MR tidak ada efek samping dan tidak perlu dicemaskan dan ada pun belakangan ini berbagai pemberitaan di Media Sosial yang mengatakan habis disuntik terjadi efek kejang-kejang dan alergi itu tidak benar dan berita hoaks.

Vaksin MR ini wajib bagi anak agar kebal terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus rubela. Apa itu rubella? Penyakit rubella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit rubella ini juga dikenal sebagai campak Jerman yang membuat penderitanya mengalami ruam merah dan suhu badan tinggi. Penyebab rubella adalah virus. Virus rubella ini menyebar melalui droplet bersin atau ingus orang yang terinfeksi oleh penyakit rubella atau campak Jerman ini.

Bagi kebanyakan orang, penyakit rubella adalah penyakit ringan tapi bagi wanita hamil, rubella adalah penyakit yang bisa menyebabkan konsekuensi serius. Campak rubella sering terjadi pada anak-anak, namun sejak diperkenalkannya program vaksinasi pada 1980-an, penyakit ini telah hampir seluruhnya diberantas.

Bila virus rubella merebak harus dilaporkan ke Dinas Kesehatan di bagian penyakit menular, karena penyakit rubella adalah penyakit yang sudah diberantas dengan vaksinasi. Ini berarti bahwa setiap dokter yang mendiagnosis infeksi ini diwajibkan oleh hukum untuk menginformasikannya kepada Dinas Kesehatan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi sumber infeksi virus rubella dan menghentikan penyebarannya.

Penyebab penyakit rubella adalah virus. Gejala rubella yang utama adalah ruam yang berwarna merah muda khas. Gejala rubella dimulai dengan bintik-bintik dan gatal, sebelum menyebar dari belakang telinga ke kepala, leher, dan kemudian dari tubuh bagian atas. Ruam biasanya berlangsung hingga seminggu.

Gejala rubella atau campak Jerman yang utama lainnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan belakang kepala, badan panas hingga bersuhu 38 derajat Celcius atau lebih, dan badan menggigil. Gejala yang kurang umum lainnya pada orang dewasa adalah arthritis dan arthralgia—peradangan dan nyeri sendi.(P.S).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *