CPO ILLEGAL BEROPERASI DI CIKAMPAK LABUSEL DAN BULU CINA

TVPOLRINews.com | Rantau Prapat_Saat ini masyarakat tidak nyaman sering macet dibuat ulah pihak MAFIA CPO ditepi jalinsum, padahal mereka sudah bulak balik memberi informasi untuk diberitakan media Cetak Terbitan medan, Namun sampai  saat ini tetap beroperasi melenggang kangkung tanpa ada hambatan dari pihak penegak hukum di Wilayah Hukum Polres Labuhan Batu.

Saat ini Heboh Praktek mengurangi muatan truk tangki di gudang penampung Crude Palm Oil (CPO) ilegal menjamur di sejumlah titik sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Khususnya, di kawasan Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan di BULU CINA, Desa N II Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu.

Hosting Unlimited Indonesia

Setiap hari puluhan truk tangki secara paksa diduga rutin ‘kencing’ atau mengurangi volume muatan CPO di beberapa gudang yang dijadikan sebagai lokasi bisnis hitam tersebut. Lokasi gudang tersebut, sekitar 3 kilometer dari Mapolsek Torgamba, dan sekira kurang lebih 7 Kilo Meter dari Mapolres Labuhan Batu.

Hal itu terungkap Informasi dihimpun, Rabu (11/01/18), aktivitas ilegal tersebut mulai dilakukan sejak sore hari, antara sekitar pukul 15.00 -16.00 WIB. Dimana pada jam-jam tersebut, puluhan truk tangki muatan CPO mulai tampak secara bergantian masuk ke  gudang berdinding tepas yang berada persis dipinggir Jalinsum Cikampak itu, dan pagar TEMBOK DI GUDANG PENAMPUNGAN BULU CINA.

       

Salah seorang sumber wartawan menyebutkan, dari puluhan truk tangki tersebut, beberapa diantaranya diduga truk tangki dari perusahaan pengangkutan berinisial PT. S dan PT. AP, yang memuat CPO dari salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Ada juga yang diduga berasal dari PKS PT DLI di Kecamatan Bilah Hilir.

Semestinya, truk tangki tersebut ditugaskan untuk mengantar CPO ke PT Wilmar Grup Dumai-Pelintung, dan BELAWAN MEDAN Namun, di tengah perjalanan, para supir berbuat curang dengan mengurangi muatan di gudang penampungan CPO ilegal tersebut.

“Ada sebahagian supir sengaja singgah untuk mencari keuntungan. Ada juga supir yang terpaksa singgah karena diancam mafia gudang CPO ilegal itu. Tapi biasa nya sih, para supir juga sudah kerjasama atau kongkalikong dengan perusahaan angkutan,” jelas sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber, aktivitas gudang CPO ilegal di Cikampak dan di Bulu Cina  itu merupakan tindakan kriminal yang harus ditindak meskipun pihak kepolisian belum mendapatkan laporan reami dari para korban yang merasa dirugikan.

“Dan pihak PKS juga seharus melakukan tindakan kepada para supir agar tidak lagi kencing di gudang CPO ilegal di Cikampak itu,” ungkap sumber.

Keberadaan gudang CPO illegal itu pun disebut-sebut mengancam keselamatan para supir truk tangki yang melintas, dari pihak Mafia CPO bila tidak mau mengurangi muatannya.

Informasi dihimpun, gudang CPO ilegal yang telah beroperasi itu disebut-sebut diusahai oleh seorang  warga Hamparan Perak, Medan.

Sementara Kapolsek Torgamba AKP Guntur Siagian ketika dihubungi wartawan mengakui sebelumnya gudang CPO ilegal tersebut sempat beroperasi di wilayah hukumnya. Tapi, ujarnya saat ini sudah tutup, dengan nada kebingungan.

“Sudah tutup, kalau tampak  buka. Nanti kalau buka lagi saya infokan,” tandasnya melalui sambungan telepon selular.

Ketika Kasat Reskrim di konfirmasi Wartawan melalui pesan singkat baru baru ini mengatakan,  kami akan melakukan penyelidiki, Ucapnya singkat.

Masyarakat mengharapkan kenyamanan berlalulintas di jalan raya, agar kiranya pihak penegak hukum yang terkait dapat bertindak secara tegas, hingga masyarakat tidak menuding, dalam hal PERGERAKAN PRAKTEK MAFIA CPO TERSEBUT ADA PEMBIARAN. (PARLAUNGAN SIPAHUTAR).

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *