Pangonal Harahap & Umar Ritonga 

TVPOLRINews.com | Labuhan Batu – Setelah kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap beberapa saat bungkam, kini dia mulai buka suara. Dia meminta maaf kepada masyarakat Labuhanbatu dan minta maaf ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hosting Unlimited Indonesia

Informasi dihimpun Media  Rabu 25 April 2018, Pangonal Harahap mengaku khilaf atas perbuatan yang membuatnya jadi tersangka dugaan suap dan berurusan dengan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya mohon maaf kepada keluarga, masyarakat Labuhanbatu dan kepada Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan,” ungkapnya. Ini, merupakan suatu kekhilafannya. “Mudah-mudahan ini menjadi perubahan ke depan bagi kita,” katanya setelah diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 24 Juli 2018.

Di saat yang sama, Pangonal yang merupakan Ketua DPC PDIP Labuhanbatu, meminta orang kepercayaanya, Umar Ritonga untuk menyerahkan diri ke KPK. Dia tidak menjawab wartawan apakah berniat menjadi justice collaborator atau tidak.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Pangonal sebagai tersangka suap. Juga menetapkan orang kepercayaannya, Umar Ritonga, dan pengusaha Effendy Sahputra sebagai tersangka yang disebut mengeluarkan cek senilai Rp 576 juta dicairkan di Bank Sumut.

Umar Ritonga sesudah diimbau dan diingatkan KPK untuk menyerahkan diri tidak juga datang, akhirnya resmi dimasukan namanya sebagai perantara suap Bupati Labuhanbatu Pangonal, ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.

Lembaga antirasuah itu pun sudah mengirimkan surat DPO atas nama Umar kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan SES-NCB-Interpol Indonesia. “Surat tersebut disertai Foto dan permintaan untuk ditangkap dan diserahkan di Kantor KPK,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat kepada wartawan, Selasa (24/7). Siapapun yang melihatnya segera lapor ke yang berwajib. (P.S).