Andung-Andung Tao Toba, “Aku Sudah Keluar dari Dunia Fana Ini, Kirimlah Doa Agar Dapat Kutemui Jalan Kedamaian”

TVPOLRINews.com | Medan : “Ma, Pa, aku sudah keluar dari dunia fana ini. Lihatlah aku dan saudaraku yang lain tak cemas lagi. Seketika ada cahaya memanggilku. Aku tak menyangka teguran Tuhan kali ini mematahkan sayapku hingga aku tak bisa memeluk siapapun..”

“Tapi Ma, Pa, tak perlu ada penyesalan walau hatimu retak setidaknya jantungmu masih berdetak”.

Hosting Unlimited Indonesia

“Kalau boleh Ma, Pa, kirimlah doa agar dapat kutemui jalan kedamaian karena tangisan tak dapat mengembalikan aku”.

“Untukmu teman-temanku yang turut menyalakan lilin bagi kami terimakasih untuk tidak menutup mata pada kami saudaramu”.

Penggalan-penggalan sajak puisi ini memilukan dan haru tangis warga Sumatera Utara pada ‘Andung-andung Tao Toba’, Sabtu malam (30/6/2018), Acara “Andung-andung Tao Toba” sebagai bentuk keprihatinan atas tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba pada 18 Juni 2018 di Taman Budaya Sumatera Utara, (TBSU), Sabtu (30/6/2018) Jalan Perintis Kemerdekaan, No 33, Medan.

Acara ini diisi dengan dengan doa, penyalaan lilin, orasi dan penyampaian statement dan pagelaran seni budaya etnis Batak, nyanyian Andung-andung, gondang, uning-uningan, puisi.

Idris Pasaribu, Budayawan dan Jurnalis Senior Sumatera Utara dalam orasinya mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah Danau Toba dan Pemerintah tidak boleh abai lagi.

“Terima kasih saudaraku yang terkasih telah hadir ditempat ini. Dengan berat hati kami mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah Danau Toba, ini bukan kejadian pertama, kedua ketiga tapi berkali-kali”, sebutnya.

Ini pertanda bahwa pemerintah abai akan regulasi yang ada dalam pelayaran angkutan danau sungai dan Fery. Kita berharap pemerintah ke depan melaksanakan semua regulasi yang telah ada, dan regulasi itu bukan hanya perangkat saja tapi harus dilaksanakan.

“Pemerintah sekarang dan ke depan tidak boleh abai lagi seperti masa-masa yang lalu. Sekali lagi kita mengucapkan turut berduka cita dan pemerintah harus tetap siaga”, tegas Idris.

Saudara saudaraku melalui acara malam ini kita turut berduka sampai saat ini, kepada keluarga korban kami juga turut menyampaikan doa kita kepada Sang Pencipta. Melalui peristiwa ini dapat menyadarkan kita bahwa kita tidak ada apa-apanya dimuka bumi ini. Hening cipta sejenak untuk para korban dan keluarga korban yang menunggu harapan.

Andung-andung Tao Toba dihadiri berbagai elemen pendukung acara Harmoni Toba ; Jendela Toba, Rumah Karya Indonesia, PBHI, Ikatan Muda-Mudi Alumni Kristen Padang Sidempuan, Naposo Raja Naipospos, Sihoda, Himapsi, Parfi Sumut, Persatuan Artis Sumatera Utara, Gempar, IME, Forum Sisingamangaraja, Moderamen GBKP, Persatuan Keluarga Batak (Perkab), Budayawan, lembaga komunitas seni dan mahasiswa. (Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *