“Ajar Poda”  Menasehati Pengantin Petuah Bijak Orang Tua Bekal Berumah Tangga Bobby dan Kahiyang

TVPOLRINews.com | Medan_25 November 2017,  Mata Ni Horja atau puncak prosesi pernikahan adat Mandailing antara Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu, segera memasuki penghujung acara penting berupa Ajar Poda.

Prosesi pemberian nasihat kepada mempelai ini merupakan tahap lanjutan dari prosesi adat sebelumnya, Mangupa yang digelar di Kompleks Taman Setia Budi Indah I Bukit Hijau Regency No. 123 Medan, pada hari ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Ajar Poda, yang diartikan sebagai kata nasihat, disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Presiden RI yang datang diacara Mata Ni Horja dalam kapasitasnya sebagai orang tua kandung Kahiyang Ayu Siregar, membuka Ajar Poda dengan mengucapkan salam ke Raja-raja dan para tetua adat, Keluarga Besar Nasution, Keluarga Besar Siregar, dan Keluarga Besar Marga-marga lainnya di Tapanuli Bagian Selatan.

Bapak Joko Widodo juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang diberikan oleh keluarga besan, termasuk pula pemberian marga Siregar kepada Kahiyang Ayu. Presiden menggarisbawahi terlaksananya rangkaian upacara adat Mandailing merupakan acara yang memiliki makna tinggi.

Pesta adat pernikahan Bobby dan Kahiyang diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antara suku Jawa dan suku Mandailing, serta untuk bangsa dan negara. Menurut Joko Widodo, Dalam adat Mandailing, ada pepatah Holong do Maroban Domu, Domu Maroban Parsaulian.

Pepatah ini memiliki arti kasih sayang membawa persatuan, persatuan membawa kebaikan bersama. Sebagai orang tua, Joko Widodo memberikan petuah yang perlu diamalkan oleh Bobby dan Kahiyang. Berikut empat petuah yang disampaikan oleh Joko Widodo, Pantun Hangoluan, Teas Hamatean Untuk hidup bahagia haruslah menjaga sopan santun, jika tidak menjaga sopan santun, maka malapetaka bisa datang, Suan Tobu dibibir, Dohot di Ate-Ate, Manis bukan hanya di mulut, tetapi juga dihati.

Kebaikan yang dikatakan juga kebaikan yang dilakukan sepenuh hati, Tangi Disiluluton, Inte di Siriaon, Jika ada kemalangan, walaupun tidak diundang, kita wajib berupaya untuk datang dan menolong.

Namun demikian, jika ada kegembiraan, kita hanya wajib datang kalau diundang, Bahat Disabur Sabi, Anso Adong Salongon Kalau kita banyak menanam, maka kita akan banyak memetik hasilnya, Artinya, banyak-banyaklah berbuat kebaikan, agar ananda memetik kebahagiaan. Petuah ini ditutup dengan petikan Horas! Horas! Horas!. Dengan berakhirnya Ajar Poda maka dilanjutkan dengan prosesi Manortor Somba, Tortor Somba lantas ditarikan oleh Bobby dan Kahiyang di hadapan orang tuanya sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada orang tua dan raja-raja adat. Perkawinan Muhammad Bobby Afif Nasution dengan Kahiyang Ayu adalah perkawinan antar etnik.

Kahiyang Ayu sebagai etnik Jawa merayakan perkawinannya di Solo dengan prosesi adat Jawa pada 8 November 2017, demikian juga Bobby merayakan perkawinannya di Medan dengan adat Mandailing. Secara silsilah Mandailing, Bobby Nasution merupakan raja generasi ke-7 dari keturunan Raja Gunung Baringin Nasution Mandailing Natal Penyabungan Timur. (Hery B Manalu)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *